Share

Alasan Kenapa Nilai Rupiah Lebih Rendah Dibandingkan Mata Uang Negara Maju

Rina Anggraeni, Okezone · Sabtu 01 Oktober 2022 19:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 01 320 2678653 alasan-kenapa-nilai-rupiah-lebih-rendah-dibandingkan-mata-uang-negara-maju-WUeMj2Tb8y.jpg Alasan kenapa nilai rupiah lebih rendah dibandingkan mata uang negara maju (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Alasan kenapa nilai Rupiah lebih rendah dibandingkan mata uang negara maju menarik diulas. Rupiah merupakan mata uang asal Indonesia.

Beberapa faktor yang mempengaruhi gejolak rupiah ini mencerminkan stabilitas ekonomi di Indonesia. Dilansir dari Buku Mata Pelajaran SMA, ada beberapa faktor yang membuat rupiah lebih rendah dibandingkan mata uang negara Maju. Di antaranya Amerika Serikat atau beberapa negara di benua Eropa.

Seperti contoh Dolar AS yang menguat membuat rupiah bisa saja tertekan. Nah, kenaikan nilai Dolar AS inilah yang menjadi pemicu awal depresiasi nilai mata uang berbagai negara, termasuk Rupiah Indonesia.

Alasan kenapa nilai rupiah lebih rendah juga dipengaruhi oleh mekanisme pasar dalam membentuk harga keseimbangan. Seperti contoh, pelemahan nilai tukar rupiah disebabkan oleh penguatan dolar AS akibat langkah pengetatan kebijakan moneter The Fed yang agresif.

Selain itu, sesuai dengan hukum permintaan, yaitu ketika tingkat permintaan terhadap USD meningkat dan tingkat penawaran yang tetap, maka harga USD pun akan naik. Nah komoditas atau barang yang diperjualbelikan di sini adalah valuta asing, yaitu mata uang USD dimana harga dari valuta tersebut adalah kurs atau nilai tukar.

Inilah yang membuat rupiah bisa mengalami penurunan.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Sebagai informasi, nilai tukar Rupiah diklaim lebih perkasa dibandingkan mata uang negara tetangga seperti Thailand dan India. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti tekanan yang tengah berlangsung terhadap mata uang Rupiah.

"Dari sisi nilai tukar Rupiah, tekanan terhadap nilai tukar Rupiah yang meningkat sebagaimana juga dialami oleh seluruh mata uang negara-negara di seluruh dunia terhadap dolar AS terjadi di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang memang masih tinggi," katanya.

Saat ini nilai tukar Rupiah di pasar spot tampil perkasa di awal perdagangan hari ini. Jumat (30/9), Rupiah spot dibuka di level Rp 15.216 per dolar Amerika Serikat (AS).

Ini membuat rupiah menguat 0,31% dibandingkan dengan penutupan Kamis (29/8) di Rp 15.263 per dolar AS.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini