Share

Tak Perlu Khawatir, Ayam, Jagung hingga Minyak Goreng Masih Surplus

Advenia Elisabeth, MNC Portal · Sabtu 01 Oktober 2022 13:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 01 320 2678699 tak-perlu-khawatir-ayam-jagung-hingga-minyak-goreng-masih-surplus-dBoIAr4rt1.jpg BPN pastikan stok pangan tersedia (Foto: MPI)

JAKARTA - Badan Pangan Nasional memastikan stok komoditas pangan seperti ayam, telur, jagung dan minyak goreng di dalam negeri mengalami surplus.

"Secara prinsip kita ini dalam posisi surplus, meskipun memang ada beberapa hal yang kita masih ketergantungan dengan impor," ujar Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan National Food Agency/NFA, I Gusti Ketut Astawa dalam dialog di MNC Trijaya, Sabtu (1/10/2022).

Lanjutnya, seperti kedelai, hampir 80% masih impor, begitu juga daging dan gula. Dia bilang, ini menjadi target NFA ke depan untuk menggenjot produksi di dalam negeri.

Meskipun masih bergantung impor, lanjut Ketut, berdasarkan data prognosa NFA, tiga komoditas tersebut masih mengalami surplus. Namun demikian, ia mengingatkan semua pihak harus tetap waspada karena ke depan akan ada faktor-faktor yang mempengaruhi produksi.

"Sehingga kita harus bergandengan tangan supaya produksi kita selalu diperkuat agar bisa menjaga kestabilan harga di tingkat hulunya juga. Kemudian itu juga bisa menjaga ditingkat hilirnya," jelasnya.

Di samping itu, Ketut menuturkan bahwa saat ini NFA sedang melakukan penguatan regulasi cadangan pangan. Sebab, cadangan pangan yang dipegang oleh pemerintah baru beras, maka dari itu kita akan memperkuat cadangan yang lain.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

"Cadangan yang dipegang oleh pemerintah baru beras. Beras ini ada sekitar 800 ribu ton sehingga kita harus perkuat supaya diharapkan sampai 1,2 juta ton. Sementara secara cadangan pangan nasional, beras kita ada 7 juta ton. Jumlah ini sangat banyak mungkin bisa cukup untuk sekitar 3-4 bulan atau bisa lebih," papar Ketut.

"Kami sedang menyiapkan Perpres revisi 48 tentang cadangan pangan pemerintah sehingga tahap pertama kita harus memperkuat cadangan lainnya seperti, jagung, dan kedelai," tambahnya.

Dia menyebut, Perpres ini sedang dibahas dan diharapkan dalam dua minggu ke depan hasilnya bisa keluar, karena saat ini masih ada beberapa perbaikan.

"Mudah-mudahan dalam dua minggu ini bisa keluar karena masih ada perbaikan perbaikan sedikit, dapat masukan dari beberapa pihak. Kita harapkan dengan Perpres cadangan pangan ini kita memiliki regulasi yang jelas soal cadangan pangan ke depan seperti apa," pungkas Ketut.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini