Share

Badan Pangan Nasional Minta Penyerapan Beras Lokal Diperkuat

Advenia Elisabeth, MNC Portal · Sabtu 01 Oktober 2022 14:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 01 320 2678722 badan-pangan-nasional-minta-penyerapan-beras-lokal-diperkuat-L9i1G7AWgf.jpg Badan Pangan Nasional genjot penyerapan beras dalam negeri (Foto: Okezone)

JAKARTA - Badan Pangan Nasional minta penyerapan beras lokal diperkuat. Saat ini penyerapan cadangan pangan yang berasal dari produk dalam negeri, khususnya beras tengah digenjot.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan National Food Agency/NFA I Gusti Ketut Astawa mengungkapkan, saat ini Sulawesi menjadi area dominan dalam penyerapan beras di Tanah Air.

"Secara prinsip badan pangan nasional mendorong penguatan penyerapan cadangan pangan yang berasal dari produk dalam negeri. Kami kemarin rapat dengan Bulog melihat perkembangan sekarang yang produksi ada di Sulawesi. Sehingga Bulog kami dorong untuk melakukan penyerapan di area Sulawesi," kata Ketut dalam dialog di MNC Trijaya, Sabtu (1/10/2022).

Sebab, lanjut dia, jumlah cadangan beras pemerintah saat ini hanya 800 ribu ton. Sementara target badan pangan nasional, pemerintah harus memiliki cadangan beras 1,2 juta ton.

"Yang ada saat ini baru 800 ribu ton. Target kami adalah pemerintah harus memiliki cadangan beras 1,2 juta ton. Maka kami pun sudah bersurat kepada Menteri Perekonomian untuk mendorong Bulog segera memenuhi jumlah atau target cadangan beras pemerintah sebesar 1,2 juta ton dan mengutamakan penyerapan dalam negeri," ujar Ketut.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Dalam hal ini, badan pangan nasional sungguh-sungguh meminta Bulog untuk bergerak cepat sehingga bagaimana pun caranya pengutamaan penyerapan dalam negeri harus segera dilakukan.

Di sisi lain, Ketut mengungkapkan, badan pangan nasional mendorong para petani untuk bergairah dalam memproduksi beras. Di samping itu, badan pangan juga berupaya mensejahterakan petani dan juga masyarakat.

"Kami mendorong teman-teman petani untuk bergairah memproduksi beras. Bagaimana caranya, kita jangan kita mengejar harga murah di petani, memaksa petani menjual murah. Kita harus balik polanya. Petani harus untung sehingga mereka bergairah untuk melakukan produksi. Sementara di bagian hilir kita upayakan supaya harga beras sesuai dengan harga acuan," ungkapnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini