Share

4 Fakta Janji Jokowi Tambah Bansos dan BLT

Shelma Rachmahyanti, MNC Media · Minggu 02 Oktober 2022 03:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 01 320 2678876 4-fakta-janji-jokowi-tambah-bansos-dan-blt-UFd3NFnu4k.jpg Jokowi janji tambah BLT (Foto: Setkab)

JAKARTA – Presiden Joko Widodo kembali menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat. Jokowi bahkan menjanjikan bansos akan ditambah jika ada kelebihan APBN.

Berikut fakta janji Jokowi tambah bansos dan BLT yang dirangkum Okezone di Jakarta, Minggu (2/10/2022).

1. Jika Ada Kelebihan APBN

Jokowi bahkan menjanjikan bansos akan ditambah jika ada kelebihan APBN.

Hal ini dia sampaikan saat mengunjungi Kantor Pos Jailolo setelah tiba di Lapangan Upacara Sasadulamo, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, pada Rabu, 28 September 2022. Di Kantor Pos Jailolo, Presiden menyerahkan sejumlah bantuan sosial bagi para penerima manfaat.

Bantuan sosial yang diserahkan oleh Kepala Negara yaitu bantuan masyarakat dari Presiden sebesar Rp1,2 juta, bantuan langsung tunai (BLT) bahan bakar minyak (BBM) untuk bulan September dan Oktober sebesar Rp300 ribu, dan bantuan sembako.

"Jadi ini dapat amplop kan, dapat amplop Presiden ini, sudah terima semua ya? Ini isinya Rp1,2 juta, tambah yang satunya lagi BLT BBM isinya 300 ribu, cukup?" ujar Presiden.

"Nanti kalau APBN ada kelebihan lagi akan ditambahkan, ya," sambungnya.

2. Pesan Presiden Jokowi

Jokowi pun berpesan kepada seluruh penerima agar memanfaatkan bantuan sosial yang diterimanya untuk hal-hal yang produktif.

"Saya titip ini gunakan untuk hal-hal yang produktif, untuk anak sekolah boleh, untuk gizi anak boleh. Untuk beli hand phone? Tidak boleh, ya. Jangan beli hand phone, beli pulsa, beli baju baru, jangan dulu," ungkapnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

3. Hampir 20 Juta Orang Terima BLT BBM

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut hampir 20 juta orang di Indonesia telah menerima BLT BBM yang merupakan bansos pengalihan subsidi BBM.

Jokowi menyebutkan sekitar 19,9 juta orang atau 96,6% dari total penerima manfaat sudah menerima bantuan langsung tunai dampak pengalihan subsidi BBM.

"Sudah di 508 kabupaten dan kota. Ini (jumlah penerima) juga sudah hampir 20 juta, sudah 19.955.471 penerima, sudah,” kata Presiden Jokowi usai penyerahan bantuan subsidi upah di Ternate, Maluku Utara, Rabu, sebagaimana tayangan yang disiarkan Sekretariat Presiden (28/9/2022).

4. Diharapkan Mampu Meningkatkan Daya Beli dan Konsumsi Masyarakat

Jokowi mengharapkan penyaluran bantuan langsung tunai pengalihan subsidi bahan bakar minyak atau disebut BLT BBM ini dapat meningkatkan daya beli dan konsumsi masyarakat. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi akan terjaga.

"Daya beli, konsumsi masyarakat bisa terangkat lebih baik. Itu akan memunculkan, mendongkrak pertumbuhan ekonomi secara makro yang kita inginkan," kata Jokowi.

Sedangkan untuk bantuan subsidi upah (BSU), Presiden Jokowi menjelaskan hingga Rabu ini sudah tersalurkan kepada sekitar 48,34% dari target penerima.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini