Share

5 Fakta Jokowi Pamer Ekonomi RI Lebih Tinggi di Tengah Ancaman Resesi Global

Shelma Rachmahyanti, MNC Media · Minggu 02 Oktober 2022 04:47 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 01 320 2678883 5-fakta-jokowi-pamer-ekonomi-ri-lebih-tinggi-di-tengah-ancaman-resesi-global-MYCZx3u2mW.jpg Jokowi pamerkan pertumbuhan ekonomi (Foto: Setkab)

JAKARTA – Presiden Jokowi memamerkan capaian pertumbuhan ekonomi tahun ini. Di mana tren perekonomian terus menguat hingga 5,44% di kuartal II-2022.

"Alhamdulillah, Indonesia mendapatkan apresiasi sebagai salah satu negara yang berhasil mengatasi pandemi dan memulihkan ekonominya dengan cepat. Pemulihan ekonomi Indonesia dalam tren yang terus menguat, tumbuh 5,01% di Triwulan I dan menguat signifikan menjadi 5,44% di Triwulan II 2022," ujar Jokowi, dalam Penyampaian APBN 2023 dan Nota Keuangannya, di DPR RI, Selasa (16/8/2022).

Berikut fakta Jokowi pamer ekonomi RI lebih tinggi yang dirangkum Okezone di Jakarta, Minggu (2/10/2022).

1. Sektor yang Mendukung

Adapun sektor-sektor strategis seperti manufaktur dan perdagangan tumbuh secara ekspansif, didukung oleh konsumsi masyarakat yang mulai pulih serta solidnya kinerja ekspor.

Neraca perdagangan pun mengalami surplus selama 27 bulan berturut-turut, di mana manufaktur mengalami pemulihan kuat menopang tingginya kinerja ekspor nasional.

"Hal ini mencerminkan keberhasilan strategi hilirisasi industri yang kita jalankan sejak 2015," ujar Presiden Jokowi.

2. Kinerja Ekspor

Tingginya kinerja ekspor juga didukung oleh sektor pertambangan seiring meningkatnya harga komoditas global.

Sektor transportasi dan akomodasi yang paling terdampak pandemi juga mulai mengalami pemulihan. Masing-masing tumbuh 21,3% dan 9,8% pada Triwulan II-2022.

"Pada Juli 2022,Indikator Purchasing Managers’ Index (PMI) meningkat menjadi 51,3%, mencerminkan arah pemulihan yang semakin kuat pada Semester II," ujar Presiden Jokowi.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

3. Laju Inflasi RI Masih Jauh Lebih Moderat

Sementara itu, laju inflasi Indonesia masih jauh lebih moderat dibandingkan dengan negara lain. Per Juli, tingkat inflasi Indonesia sebesar 4,9% (YoY).

Hal itu ditopang oleh peran APBN dalam menjaga stabilitas harga energi dan pangan.

"Konsekuensinya, anggaran subsidi dan kompensasi energi pada tahun 2022 meningkat menjadi Rp502 triliun," ujar Presiden Jokowi.

4. Tertinggi di G20

Presiden Joko Widodo (Jokowi) membanggakan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih tinggi dibandingkan negara dan kawasan anggota forum G20. Ekonomi Indonesia ini mengindikasikan pemulihan di Tanah Air terus berjalan.

"Jadi kalau saya disuruh memperkirakan kuartal II bisa tumbuh 5,44% (year on year/yoy), coba dicari negara G20 yang tumbuh di atas lima persen. Kita ini tertinggi loh di G20," kata Presiden Jokowi saat menghadiri sebuah paparan ekonomi 2023 di Jakarta, Kamis (29/9/2022).

5. Jokowi Ajak Seluruh Pihak Optimistis

Dengan pencapaian itu, Jokowi mengajak seluruh pihak optimistis untuk melanjutkan tren pemulihan ekonomi Indonesia. Dia mengakui Indonesia menghadapi tantangan global yang tidak mudah, namun selalu terdapat jalan untuk mengatasi setiap masalah.

"Yang kita hadapi bukan barang gampang, bukan mudah tapi harus tetap optimis," kata dia.

Jokowi menjelaskan saat ini kondisi ekonomi global sedang sulit. Tantangan ekonomi juga dihadapi oleh negara-negara maju seperti masalah ketahanan pangan, krisis energi hingga gejolak finansial.

Namun, menurut Jokowi, Indonesia tetap mampu menjaga pemulihan ekonomi yang sedang berjalan. Tren pemulihan di Indonesia masih nisbi kuat.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini