Share

Gelombang PHK Diprediksi 'Hantui' Pekerja

Heri Purnomo, iNews · Minggu 02 Oktober 2022 18:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 02 320 2679222 gelombang-phk-diprediksi-hantui-pekerja-cLrxxJoTO9.jpg Partai Perindo bahas soal gelombang PHK hantui pekerja. (Foto: MPI)

JAKARTA - Partai Perindo memprediksi bahwa gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh perusahaan akan semakin membesar.

Hal itu dikatakan Ketua Bidang Perindustrian dan Perdagangan DPP Partai Perindo, Redi Nusantara yang menyebut alasannya karena saat ini kondisi global sedang dalam kondisi tidak menentu bahkan sulit.

"Kalau kita melihat gelombang PHK saat ini akan makin membesar," katanya dalam podcast Partai Perindo dengan tema Pemutusan Hubungan Kerja dan Bagaimana Aturannya pada Minggu (2/10/2022).

 BACA JUGA:Podcast Aksi Nyata Perindo: Semua Orang Berhak Tahu Informasi Publik

Redi menyampaikan bahwa gelombang PHK itu disebabkan oleh adanya perang dagang yang mengakibatkan sejumlah harga mengalami kenaikan.

"Kejadian perang dagang, di mana semua akan terkena dampak dan harga berubah," katanya.

Kemudian, adanya pandemi yang menghatam seluruh dunia yang mengakibatkan sejumlah perusahaan mengalami kebangkrutan, sehingga perusahaan melakukan PHK terhadap karyawanya.

Dia juga menyebut bahkan ketika pandemi mulai mereda, dunia kembali digoncangkan dengan adanya perang antara Ukraina dan Rusia yang menyebabkan berbagai kebutuhan pangan dan migas terganggu.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

"Di mana akibat perang tersebut akan berdampak terhadap kebutuhan pangan dan bahan bahan minyak. Akibatnya biaya meningkat. Karena kalau suplainya susah demainnya naik, maka harga akan naik," jelasnya.

"Dengan begini, gelombang PHK ke depan cenderung lebih berbahaya dan itu resikonya," tambahnya.

Redi mengatakan bahwa PHK karyawan tersebut merupakan langkah yang diambil guna menyelamatkan perusahaan.

"Kalau saya melihat, jika perusahaan sebesar itu berani PHK karyawan, dia sudah melihat bahwa dalam waktu jangka pendek, menegah dan panjang, perusahaan ini dalam kondisi menurun," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini