Share

Cadangan Batu Bara Bayan Resource Naik Jadi 2,03 Juta Ton

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Senin 03 Oktober 2022 12:48 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 03 278 2679569 cadangan-batu-bara-bayan-resource-naik-jadi-2-03-juta-ton-QVFPnnDBhB.jpg Batu bara. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kenaikan harga batu bara memberikan angin segar bagi produsen tambang, sehingga banyak pelaku memacu kapasitas produksinya.

Dikutip Harian Neraca, tentu ini kabar baik untuk PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang menyatakan telah terjadi kenaikan sumber daya dan cadangan batu bara di wilayah kerja (WK) yang hak konsesinya dimiliki perseroan.

Di mana kenaikan tersebut dari 1,74 juta ton per 1 Januari 2021 menjadi 2,03 juta ton per 1 April 2022.

Direktur BYAN, Jenny Quantero menjelaskan bahwa pada tanggal 29 September 2022 lalu, perseroan telah menerima laporan sumber daya dan cadangan tambang batubara open cut (JORC) per 1 April 2022 atas proyek Tabang (PT Fajar Sakti Prima dan PT Bara Tabang) dan proyek Pakar Utara (PT Dermaga Energi, PT Tanur Jaya dan PT Tiwa Abadi) yang disusun oleh PT Runge Pincock Minarco.

 BACA JUGA:Laba MNC Energy Investments (IATA) Meroket Ditopang Kenaikan Harga Batu Bara

Adapun hasil laporan tersebut cadangan batubara atas Proyek Tabang dan Pakar Utara tersebut mengalami peningkatan sebesar 18% dari sebesar 1,475 juta ton per 1 Januari 2021 menjadi 1,692 juta ton per 1 April 2022 dengan memperhitungkan sebanyak 38 juta ton batubara yang sudah ditambang oleh perseroan pada proyek tersebut.

Demikian pula dengan sumber daya batubara mengalami peningkatan sebesar 13% dari sebesar 2,491 juta ton per 1 Januari 2021 menjadi 2,766 juta ton per 1 April 2022.

Kemudian, cadangan tersebut naik dikarenakan adanya penambahan kegiatan drilling di wilayah konsesi proyek Tabang dan Pakar Utara tersebut. Perseroan juga memperbaharui cadangan dan sumber daya JORC per 1 April 2022 untuk PT Wahana Baratama Mining, PT Teguh Sinarabadi, PT Firman Ketaun Perkasa, PT Perkasa Inakakerta, PT Brian Anjat Sentosa, PT Sumber Api, PT Cahaya Alam dan PT Bara Sejati.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sehingga total cadangan batubara perseroan dari keseluruhan konsesinya meningkat dari 1,74 juta ton per 1 Januari 2021 menjadi 2,03 juta ton per 1 April 2022. Kemudian total sumber daya batubara perseroan juga meningkat dari dari 3,61 juta ton per 1 Januari 2021 menjadi 4,08 juta ton per 1 April 2022.

"Dengan adanya peningkatan cadangan dan sumber daya batubara tersebut akan meningkatkan umur tambang dan nilai perusahaan Bayan Group," kata Jenny.

Untuk semester pertama 2022, BYAN membukukan laba bersih senilai USD970,75 juta. Jumlah ini melambung 188,01% dari laba bersih di periode yang sama tahun lalu sebesar USD337,04 juta. Naiknya laba bersih BYAN tidak terlepas dari kenaikan pendapatan. Dimana perseroan membukukan pendapatan senilai USD2,00 miliar. Jumlah ini naik 95,86% dari pendapatan yang dibukukan pada semester pertama 2021 yakni USD1,02 miliar.

Lalu, pendapatan BYAN didominasi oleh penjualan batubara kepada pihak ketiga, yakni senilai US$ 1,83 miliar, disusul penjualan kepada pihak berelasi senilai USD164,00 juta. BYAN juga membukukan pendapatan nonbatubara sebesar USD3,62 juta. Adapun pelanggan dengan pendapatan lebih besar dari 10% nilai pendapatan berasal dari TNB Fuel Services Sdn. Bhd. senilai USD160,82 juta

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini