Share

Tambah Modal, Bank Ina Bakal Rights Issue

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Senin 03 Oktober 2022 13:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 03 278 2679584 tambah-modal-bank-ina-bakal-rights-issue-93Qa6xH665.JPG Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)

JAKARTA - PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) akan melakukan rights issue yang ke-4 dengan skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) pada kuartal terakhir di tahun ini.

Dikutip Harian Neraca, hal ini dilakukan untuk menambah modal perseroan.

Di mana BINA ini akan menerbitkan 296,85 juta lembar saham baru atau 4,76% dari total saham yang ditempatkan.

Adapun setiap pemegang 1 HMETD yang tercatat hingga 28 November 2022 pukul 16.00 WIB berhak membeli sebanyak satu saham baru dengan harga pelaksanaan berkisar antara Rp3.600 - Rp4.200 setiap saham yang harus dibayar penuh pada saat pelaksanaan HMETD. Sehingga jumlah dana yang akan diterima perseroan dalam PMHMETD IV ini sebanyak-banyaknya sebesar Rp1,24 triliun.

 BACA JUGA:Aset Bank Ina (BINA) Naik 36% Jadi Rp11 Triliun

Direktur Bank Ina, Kiung Hui Ngo mengatakan ada beberapa pertimbangan perseroan dalam menentukan kisaran harga pelaksanaan HMETD. Pertama, rata-rata harga saham selama 30 hari bursa sebelum pernyataan pendaftaran (21 September 2022), yaitu periode 9 Agustus 2002 sampai dengan 20 September 2022 adalah sebesar Rp3.812.

Kedua, rata-rata harga saham selama 60 hari bursa sebelum pernyataan pendaftaran (21 September 2022), yaitu periode 28 Juni 2022 sampai 20 September 2022 adalah sebesar Rp 3.813. Ketiga, rata-rata harga saham selama 90 hari bursa sebelum pernyataan pendaftaran (21 September 2022), yaitu periode 12 Mei 2022 sampai 20 September 2022 adalah sebesar Rp 3.824.

"Dari data diatas dan dengan mempertimbangkan gejolak harga pasar yang kemungkinan akan terjadi, perseroan memutuskan harga pelaksanaan HMETD berkisar antara Rp3.600 - Rp4.200,” ujarnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Serta manajemen Bank Ina juga menyatakan tidak ada pembeli siaga. Adapun rasio rights issue ini berskema setiap pemegang 20 saham lama yang tercatat dalam daftar pemegang saham pada tanggal 28 November 2022 pukul 16.00 WIB berhak atas 1 HMETD, dimana setiap pemegang 1 HMETD berhak untuk membeli sebanyak 1 saham baru.

Kemudian, untuk pemegang saham yang tidak menggunakan haknya akan mengalami penurunan persentase kepemilikan sampai dengan maksimum 4,76%. Tujuan pelaksanaan rights issue ini guna memperkuat struktur permodalan dalam rangka pemenuhan modal inti minimum. Selain itu, untuk memacu kinerja perusahaan dalam menyalurkan kredit.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah meminta perbankan memiliki modal inti minimum Rp3 triliun.

Bank Ina menyebut pasca pelaksanaan rights issue ini, maka modal inti perseroan sudah melewati persyaratan minimum dari regulator tersebut. Berdasarkan laporan keuangan per Maret 2022, modal inti BINA tercatat sebesar Rp2,29 triliun. Nilai ini mengalami pertumbuhan 94,07% secara tahunan dari posisi Maret 2021 sebesar Rp1,18 triliun.

Diketahui, Bank Ina membukukan laba bersih sebesar Rp52,907 miliar atau melonjak 128% dibanding periode sama tahun 2021 sebesar Rp23,171 miliar. Hasil itu mendongkrak laba per saham dasar ke level Rp8,91 per lembar, atau naik dari akhir Juni 2021 di level Rp4,1.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini