Share

Mengintip Progres IPO Blibli, Sudah Sampai Mana?

Cahya Puteri Abdi Rabbi, Jurnalis · Senin 03 Oktober 2022 15:45 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 03 278 2679760 mengintip-progres-ipo-blibli-sudah-sampai-mana-rVyd2DCS4L.JPG Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjelaskan soal perkembangan proses start up Blibli menuju pencatatan umum perdana saham, atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Inarno Djajadi menjelaskan bahwa, Blibli telah memasukkan pernyataan pendaftaran sejak lama.

Namun, rencana untuk IPO tersebut sempat tertunda.

“Memang sempat tertunda untuk IPO, tapi beberapa waktu kelihatannya memasukkan pernyataan pendaftaran lagi,” kata Inarno dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK, Senin (3/10/2022).

 BACA JUGA:Erick Thohir Rangkul BI-OJK Perkuat Ekonomi Syariah Indonesia

Lebih lanjut, Inarno menjelaskan bahwa saat ini OJK belum bisa membeberkan harga IPO Blibli. Hal tersebut masih menunggu proses book building dan sangat tergantung pada faktor eksternal.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

“Jadi berapa besarannya itu belum bisa kami tentukan,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, per 27 September 2022 terdapat 35 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI. Adapun, perusahaan yang tengah antre tersebut terdiri dari satu perusahaan dari sektor bahan baku, tiga dari sektor industri, empat perusahaan sektor tranportasi, dan tiga perusahaan di sektor non siklikal.

Kemudian, sebanyak enam perusahaan dari sektor siklikal. lima perusahaan sektor teknologi, enam dari sektor kesehatan, tiga perusahaan sektor energi, dua perusahaan dari sektor keuangan, dan satu perusahaan dari sektor properti serta infrastruktur.

Dari 35 calon perusahaan tercatat yang berada dalam pipeline pencatatan saham tersebut, beberapa diantaranya bergerak pada sektor energi, teknologi, dan keuangan yang menargetkan emisi lebih dari Rp1 triliun.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini