Share

Inocycle Technology (INOV) Merugi Rp6,65 Miliar di Semester I-2022

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Senin 03 Oktober 2022 16:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 03 278 2679791 inocycle-technology-inov-merugi-rp6-65-miliar-di-semester-i-2022-jtjpMdl2Ez.JPG Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)

JAKARTA - PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV) justru membukukan rugi bersih senilai Rp6,65 miliar di semester I-2022. Di mana hal ini terjadi seiring kenaikan pendapatan usaha.

Realisasi itu berbalik dari laba yang dicapai periode sama tahun lalu sebesar Rp7,90 miliar.

Pendapatan emiten produsen serat staple ini melonjak 14,30% year on year (yoy) mencapai Rp349,08 miliar.

Sementara pada paruh pertama tahun lalu, INOV mencetak pendapatan sebesar Rp305,40 miliar.

 BACA JUGA:Bursa Saham AS Turun Tajam Tertekan Data Inflasi, Indeks Dow Anjlok 500 Poin

Omset terbesar berasal dari penjualan serat staple sebesar Rp246,28 miliar, sedangkan segmen bukan tenunan senilai Rp76,22 miliar. Adapun penjualan perabot rumah dan lainnya menyerap pemasukan senilai Rp26,57 miliar.

Penurunan kinerja keuangan ini membuat INOV mencatatkan rugi per saham dasar senilai Rp3,68, dari periode tahun lalu yang masih laba sebesar Rp4,37 dikutip dari laporan keuangan INOV di keterbukaan informasi, Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (3/10/2022).

Beban pokok yang membengkak serta bertambahnya aneka biaya lain menjadi penyebab utama perseroan mencatatkan rugi.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Diketahui, beban pokok INOV naik 17,14% yoy, yang sebagian bersar berasal dari biaya pembelian bahan baku hingga produksi, sedangkan kenaikan beban umum mayoritas berasal dari lonjakan gaji karyawan.

Neraca keuangan INOV per 30 Juni 2022 mencatat ada kenaikan total aset sebesar 3,11% mencapai Rp918,45 miliar, dari akhir 2021 di angka Rp890,73 miliar. Jumlah kewajiban pembayaran atau liabilitas membengkak 6,08% sebanyak Rp589,81 miliar, sedangkan modal/ekuitas perseroan turun 1,81% di angka Rp328,63 miliar

Hingga paruh pertama tahun 2022, perseroan menerima kas dari aktivitas operasi sebanyak Rp298,95 miliar, yang sebagian besar digunakan untuk membayar pemasok hingga gaji karyawan.

INOV juga memperoleh pinjaman jangka pendek dari bank sebanyak Rp48,98 miliar.

Adapun sebanyak Rp14,10 miliar digunakan untuk membeli aset tetap, Rp10,10 miliar membayar utang jangka pendek, dan Rp16,89 miliar membayar utang/pinjaman jangka panjang.

Seluruh perhitungan kas ini membuat jumlahnya di akhir periode mencapai Rp50,17 miliar.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini