Share

Ditanya Keberpihakan BUMN ke Negara atau Investor, Begini Jawaban Erick Thohir

Suparjo Ramalan, iNews · Senin 03 Oktober 2022 13:56 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 03 320 2679639 ditanya-keberpihakan-bumn-ke-negara-atau-investor-begini-jawaban-erick-thohir-19zE8qdb1a.jpg Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Kementerian BUMN)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir buka suara soal keberpihakan perusahaan pelat merah yang diarahkan untuk kepentingan negara dan investor.

Pengakuan Erick tersebut sekaligus menjawab pertanyaan apakah kebijakan Kementerian BUMN akan berat ke kepentingan negara atau pro terhadap pasar.

Mantan Presiden Inter Milan itu menjawab bahwa banyak pilihan yang bisa diambil, tapi tak selalu dikotomis pasar versus negara.

“Pilihan kebijakan ekonomi itu beragam, mau market led atau state led, pilihan tergantung konteks lokal dan strategi nasional kita,” ujar Erick, dikutip Senin (3/10/2022).

 BACA JUGA:BI Dukung BUMN Diversifikasi Utang RI dengan Mata Uang Selain Dolar

Dia mencontohkan di dunia ada negara maju seperti Amerika dan di Eropa yang mengambil kebijakan sangat pro pasar, tapi ketika krisis mereka juga kepayahan.

Di sisi lain, ada yang dikendalikan negara, seperti China dan Vietnam, dalam beberapa hal negara itu bisa bertahan dari krisis.

Menurutnya, Indonesia harus belajar dari berbagai pengalaman negara lain.

“Satu hal yang pasti, Indonesia adalah negara demokrasi dan populasi Muslim terbesar di dunia,” jelasnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Dengan realitas itu, kebijakan yang dibuat harus mencerminkan realitas yang ada.

“Kita punya market besar, kita ada UMKM, dan kita juga punya pasar yang tak seimbang berhadapan dengan dinamika bisnis global,” tuturnya.

Karena itu, lanjut Erick, dalam menata BUMN dia mengacu pada pelajaran dari negara-negara Skandinavia yang menyeimbangkan pasar dan negara.

"Negara dituntut hadir, misalnya pada saat Covid-19. Negara harus beri bantuan saat rakyat susah, ada intervensi pasar,” bebernya.

Dia mengatakan saat krisis vaksin saat pandemi Covid-19 kemarin hanya dua negara yang merespon permintaan bantuan dari Indonesia, yaitu Inggris dan China.

“Semua negara memikirkan kebutuhan domestiknya, itulah pentingnya kita membangun ketahanan ekonomi dan kesehatan secara mandiri," ucapnya.

Dia juga memastikan bahwa pemerintah berkolaborasi dengan swasta agar ada pembagian peran dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“BUMN misalnya tak perlu masuk ke pabrik mie instan. Tapi BUMN bisa memperkuat industri gula. Selama ini kita impor gula, padahal lahan kita luas. Tebu juga bisa diolah produk turunannya jadi ethanol misalnya,” pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini