Share

Ini Bukti Kenaikan Harga BBM Bikin Inflasi Meroket

Antara, Jurnalis · Senin 03 Oktober 2022 14:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 03 320 2679649 ini-bukti-kenaikan-harga-bbm-bikin-inflasi-meroket-4PNeOZHSl3.jfif Dampak Harga BBM pada Inflasi RI. (Foto: Okezone.com/Pertamina)

JAKARTA - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono mengungkapkan bahwa bensin menjadi salah pemicu inflasi. Bahkan kontribusinya mencapai 5,95% pada September 2022 secara tahunan atau year-on-year (yoy).

Komoditas bensin pada September mengalami inflasi mencapai 31,9% atau melonjak dari Agustus yang sebesar 5,75%.

“Inflasi tahunan 5,95% utamanya dikontribusikan oleh komponen harga yang diatur pemerintah dengan andil 2,35%,” katanya, dikutip dari Antara, Senin (3/10/2022).

Baca Juga: Efek BBM, Inflasi Tahunan Komponen Energi Melonjak 3 Kali Lipat

Selain bensin, solar turut mengalami inflasi mencapai 33,01% pada September dengan andil terhadap inflasi keseluruhan sebesar 0,04%.

Komoditas lain yang turut menyumbang inflasi September adalah tarif angkutan dalam kota dengan inflasi sebesar 49,66% dan andil 0,39% serta inflasi tarif kendaraan roda dua online 5,25 persen dengan andil 0,03%.

Kemudian inflasi angkutan udara sebesar 49,66% sehingga memberi andil 0,39%, inflasi bahan bakar rumah tangga 16,51% dengan andil 0,3% dan inflasi tarif kendaraan roda empat online 8,16% dengan andil 0,02%.

Baca Juga: Inflasi September Tahunan 5,95%, BPS Soroti Kenaikan Harga BBM

Komoditas bensin, solar, tarif kendaraan roda dua online, angkutan udara, bahan bakar rumah tangga hingga tarif kendaraan roda empat online masuk dalam komponen harga yang diatur pemerintah atau administered price.

Secara komponen, inflasi pada September ini utamanya didorong oleh komponen harga yang diatur pemerintah yang pada Agustus hanya 6,84 persen sedangkan pada September menjadi 13,28%.

“Ini mudah dipahami karena September ada penyesuaian oleh pemerintah terkait harga BBM, langsung dampaknya,” ujar Margo.

Sementara itu untuk komponen harga bergejolak yang pada Agustus hanya terjadi inflasi sebesar 7,93% juga naik menjadi 9,02% pada September meski tidak setajam komponen administered price karena ada deflasi untuk kelompok bahan makanan.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Margo menjelaskan di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) terdapat beberapa komoditas bahan makanan bergejolak yang mengalami inflasi.

Komoditas tersebut meliputi cabai merah dengan inflasi 148,66% (yoy) sehingga memberi andil 0,36% dan telur ayam ras dengan inflasi 31,28% sehingga memberi andil 0,19%.

Berikutnya inflasi minyak goreng 14,43% (yoy) dengan andil 0,14%, inflasi cabai rawit 75,36% (yoy) sehingga memberi andil 0,1% dan inflasi beras 2,56% sehingga memberi andil 0,08%.

Selanjutnya inflasi bawang merah 20,3% (yoy) dengan andil 0,07% dan terakhir adalah daging ayam ras yang mengalami inflasi 5,61% dengan andil 0,07%.

“Sedangkan inflasi inti yang sebelumnya 3,04% pada Agustus, di September menjadi 3,12%,” katanya.

Jika dilihat andilnya, inflasi tahunan sebesar 5,95% utamanya dikontribusikan oleh komponen harga yang diatur pemerintah dengan andil 2,35%, diikuti komponen inti dengan andil 2,11% dan terakhir yaitu harga bergejolak dengan andil 1,49%.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini