Share

Cara GulaVit Sosialisasikan Pentingnya Gaya Hidup Sehat

Tim Okezone, Okezone · Senin 03 Oktober 2022 15:27 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 03 320 2679738 cara-gulavit-sosialisasikan-pentingnya-gaya-hidup-sehat-g6AK1YSYFZ.jfif Sosialisasi Pentingnya Pola Hidup Sehat,. (Foto: Okezone/GulaVit)

JAKARTA – Pandemi Covid-19 membuat kesadaran akan pentingnya makanan sehat bergizi meningkat. Masyarakat semakin selektif memilih bahan baku makanan. Tidak saja untuk meminimalkan resiko virus dan bakteri. Namun juga sebagai upaya meningkatkan imunitas tubuh.

Produk GulaVit hadir menjadi salah satu bahan baku makanan yang mengandung gizi untuk kebutuhan masyarakat. Sejak pertama kali diperkenalkan, yakni Gulavit varian Vitamin A, respon konsumen sangat positif. Berlanjut dari kisah sukses tersebut, GulaVit kemudian mengeluarkan varian lainnya, yakni Vitamin C dan D.

GulaVit dua varian vitamin tersebut dijual dalam bentuk kemasan (1 kg, 500 gram dan 250 gram) dan karung (25 kg dan 50 kg).

Baca Juga: 10 Cara Mudah Bakar Kalori Lebih Banyak Saat Tidur, Diklaim Bisa Langsing

Sesuai dengan tagline #lebihdarisekedarmanis, GulaVit berkomitmen untuk mensosialisasikan pentingnya gaya hidup sehat.

Berawal dari ide besar itulah, produsen gula yang memiliki pabrik di Bogor, Banten dan Medan menjalin kerjasama dengan sejumlah mitra strategis, antara lain dengan TNI/ Dharma Pertiwi dan BKKBN.

Melalui Program “Road Show Ketua Umum Dharma Pertiwi Dalam Rangka Percepatan Penurunan Stunting”, GulaVit memberikan edukasi dan demo Masak di sejumlah provinsi yang mencatat angka prevalensi stunting tinggi.

Sejumlah daerah sasaran yang sudah dikunjungi selama kurun waktu Agustus hingga September 2022 adalah Jawa Barat, Sumatera Utara, Nanggroe Aceh Darussalam, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan.

Baca Juga: Koki Pribadi Ungkap Rahasia Umur Panjang Ratu Elizabeth II, Ternyata Ini Menu Makannya

Stunting atau bayi kerdil merupakan masalah kesehatan yang mendapat perhatian serius pemerintah. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 yang dilaksanakan Kementerian Kesehatan, angka prevalensi stunting di Indonesia pada 2021 sebesar 24,4%. Target penurunan stunting secara nasional adalah 14 % pada tahun 2024.

Menurut Kepala BKKBN, dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K), salah satu upaya mencegah stunting adalah dengan memastikan ibu hamil mendapatkan asupan makanan bergizi. Salah satunya adalah asupan vitamin A.

“Sebagai pelopor gula bervitamin di Indonesia, GulaVit terpanggil untuk mensosialisasikan & memberikan edukasi gaya hidup sehat, memasak makanan sehat, murah dengan cara memasak yang benar,” ujar Direktur Utama GulaVit, Randy Suparman.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Selain dengan Dharma Pertiwi dan BKKBN, GulaVit juga bekerjasama dengan kader kesehatan di sejumlah Posyandu dan PKK. Salah satunya di Posyandu dan PKK RW 07 kelurahan Jatirasa, Jatiasih, Bekasi.

“Pesan-pesan edukatif kami kemas secara menarik dengan para kader kesehatan, pelaku UKM yang lebih dekat dan memahami keinginan konsumen,” ujar Randy Suparman.

Strategi komunikasi dengan pelibatan para pemangku kepentingan membuat pesan GulaVit bisa lebih diterima konsumen.

GulaVit juga turut berpartisipasi dalam ajang kejuaraan olah raga tingkat nasional dan internasional, antara lain motoGP Mandalika NTB, Jakarta E-Prix World Championship di Jakarta, Piala Dunia Panjat Tebing di Jakarta dan Liga Santri PSSI Piala Kasad 2022.

Selain itu, GulaVit juga berkontribusi dalam kegiatan-kegiatan UKM. Para pedagang kuliner UKM, termasuk home industry dilibatkan dalam mensosialisasikan dan mengedukasi manfaat vitamin dalam GulaVit.

Seluruh rangkaian promosi dan kegiatan tersebut adalah bagian dari komitmen GulaVit untuk menghadirkan produk sehat dan berkualitas sesuai tagline GulaVit #lebihdarisekedarmanis.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini