Share

Mengejutkan! Beras Ilegal Masuk ke RI, 90% dari Vietnam

Advenia Elisabeth, MNC Portal · Senin 03 Oktober 2022 15:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 03 320 2679752 mengejutkan-beras-ilegal-masuk-ke-ri-90-dari-vietnam-RkF1XUBuFT.jpg Ilustrasi beras. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pasokan beras saat ini di Indonesia dinilai tak sesuai dengan kebutuhan di masyarakat.

Seorang pedagang beras di Cipinang, Jakarta Timur bernama Bily mengeluhkan ketersediaan beras yang minim dari permintaan.

Padahal, kebutuhan masyarakat terhadap komoditas tersebut tengah meningkat.

"Kami minta 3 ribu ton, baru ada 300 ton. Yang sisanya mungkin Minggu ini. Katanya kontainernya telat, kan adanya dari Makassar," ujarnya saat ditemui MNC Portal Indonesia di Pasar Cipinang, Senin (3/10/2022).

 BACA JUGA:Menhub Pastikan Kirim Beras hingga Minyak Goreng Lewat Laut

Bily mengaku karena keterbatasan pasokan dari dalam negeri, selama ini Indonesia kecolongan penyelundupan beras secara ilegal.

"Kalau mau jujur sebenarnya, beras ini ngeri-ngeri sedap. Ya kalau dibilang cukup (ya) cukup, kalau dibilang kurang (ya) kurang. Paham nggak? Coba kalau selundupan ditutup (bisa kurang)," ungkapnya.

Dia mengatakan, penyeludupan beras ini 90% berasal dari salah satu negara di Asia Tenggara.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Batam 90 persen selundupan dari Vietnam. Saya sendiri juga ikut. Kalau nggak ikut saya mati (bisnisnya)," ucap Bily.

Lebih jelas dia mengutarakan, beras yang di impor secara ilegal itu tidak ada jenis beras khusus.

Selain itu, dia juga bilang, sasaran pengimporan ini bukan untuk pulau Jawa, melainkan Sumatera dan wilayah yang cukup jauh dari pemerintahan.

"Beras apa aja masuk di sana. Berasnya untuk pulau-pulau sekitar, kalau Jakarta itu ketat sekali. Kalau Jakarta pasti saya lapor Presiden. Kalau ke Jawa satu kilopun nggak berani mereka, pasti presiden marah," imbuh Bily.

Adapun daerah-daerah lain yang menerima pasokan beras ilegal itu, bebernya, Selat Panjang, Tanjung Pinang, dan Dumai.

"Yang masuk itu banyak, tiap hari (masuk). Sehari kalau 500 (ton) pasti, total kurang lebih. Kan ada yang mengkoordinir," sebut Bily.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini