Share

Mengerikan! Ini 5 Tanda Dunia Menuju Resesi Global

Noviana Zahra Firdausi, Okezone · Selasa 04 Oktober 2022 04:47 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 03 320 2679861 mengerikan-ini-5-tanda-dunia-menuju-resesi-global-a9sXkY6RGl.JPG Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)

JAKARTA – Tanda-tanda dunia menuju resesi global ternyata begitu mengerikan.

Di mana kenyataan spekulatif bergulat dengan pasar membuat irama dari denyut lampu merah yang berkedip semakin cepat selama seminggu terakhir.

Kampanye yang bertujuan mengetatkan moneter paling agresif dalam beberapa dekade untuk memeras inflasi dari ekonomi AS pun akan dilanjutkan oleh Federal Reserve.

Walaupun konsekuensinya akan memicu resesi dan mengorbankan konsumen serta bisnis jauh di luar perbatasan AS.

 BACA JUGA:Antisipasi Resesi Global, Ini yang Harus Dilakukan Karyawan dan Perusahaan

Menurut perusahaan riset Ned Davis, sebanyak 98% peluang dari resesi global yang akan membawa beberapa kredibilitas sejarah yang serius ke meja. Pada 2008 dan 2020 pembacaan probabilitas resesi perusahaan hanya dibacakan sebanyak dua kali.

Penilaian yang diambil dari berbagai indikator membuat para ekonom berani memperingatkan tentang adanya penurunan.

Dilansir Okezone, Selasa (4/10/2022), berikut 5 tanda dunia menuju resesi:

1. Mesin Ekonomi Amerika Mati

Penggerak Nomor 1 dari ekonomi terbesar di dunia adalah belanja. Adapun pembeli Amerika kini merasa lelah.

Setelah lebih dari satu tahun kenaikan harga pada hampir semua hal, dengan upah tidak mengikuti, konsumen telah mundur.

"Kesulitan yang disebabkan oleh inflasi berarti konsumen mencelupkan ke dalam tabungan mereka," kata Kepala Ekonom EY Parthenon Gregory Daco dalam sebuah catatan Jumat. Tingkat tabungan pribadi pada bulan Agustus tetap tidak berubah pada hanya 3,5%, kata Daco mendekati tingkat terendah sejak 2008, dan jauh di bawah tingkat pra-Covid sekitar 9%.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

2. Dolar AS yang Perkasa

Dolar AS memainkan peran besar dalam ekonomi global dan keuangan internasional. Apalagi sekarang itu lebih kuat dari dua dekade sebelumnya.

Penjelasan paling sederhana kembali ke Fed. Ketika bank sentral AS menaikkan suku bunga, seperti yang telah dilakukan sejak Maret, itu membuat dolar lebih menarik bagi investor di seluruh dunia.

3. Perusahaan Amerika Mengencangkan Ikat Pinggang

Bisnis telah berkembang pesat di seluruh industri untuk sebagian besar era pandemi, bahkan dengan inflasi yang tinggi secara historis memakan keuntungan.

Itu berkat (sekali lagi) atas kegigihan pembeli Amerika, karena sebagian besar bisnis mampu membebankan biaya yang lebih tinggi kepada konsumen untuk melindungi margin keuntungan. Tapi bonanza pendapatan mungkin tidak bertahan lama.

Pada pertengahan September, salah satu perusahaan yang kekayaannya menjadi semacam penentu arah ekonomi mengejutkan investor.

4. Selamat Datang di Wilayah Beruang

Wall Street telah dilanda whiplash, dan saham sekarang berada di jalur untuk tahun terburuk mereka sejak 2008, jika ada yang membutuhkan perbandingan sejarah yang menakutkan lagi.

Tapi tahun lalu adalah cerita yang sangat berbeda. Pasar ekuitas berkembang pesat pada tahun 2021, dengan S&P 500 melonjak 27%, berkat aliran uang tunai yang dipompa oleh Federal Reserve, yang mengeluarkan kebijakan pelonggaran moneter berlaras ganda pada musim semi 2020 untuk menjaga pasar keuangan agar tidak runtuh.

Pesta itu berlangsung hingga awal 2022. Tetapi ketika inflasi terjadi, The Fed mulai mengambil alih pepatah, menaikkan suku bunga dan melepaskan mekanisme pembelian obligasi yang telah menopang pasar.

5. Perang, Kenaikan Harga, dan Kebijakan Radikal Bertabrakan

Tidak ada tempat tabrakan bencana ekonomi, keuangan, dan politik yang lebih terlihat menyakitkan daripada di Inggris.

Seperti negara-negara lain di dunia, Inggris telah berjuang dengan lonjakan harga yang sebagian besar disebabkan oleh kejutan kolosal Covid-19, diikuti oleh gangguan perdagangan yang diciptakan oleh invasi Rusia ke Ukraina. Ketika Barat memotong impor gas alam Rusia, harga energi melonjak dan pasokan berkurang.

Baca selengkapnya: 5 Tanda Dunia Menuju Resesi, Nomor 1 Bisa Bikin RI Kelabakan?

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini