Share

Ridwan Kamil Beberkan Bukti Lebih Hemat Kendaraan Listrik Dibanding BBM

Rizky Fauzan, MNC Portal · Senin 03 Oktober 2022 18:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 03 320 2679905 ridwan-kamil-beberkan-bukti-lebih-hemat-kendaraan-listrik-dibanding-bbm-hT3eklvoSa.png Mobil Listrik Lebih Hemat Dapat BBM. (foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Kendaraan listrik bakal banyak wara wiri di jalan Indonesia. Hal ini sebagai bentuk transformasi energi dari bahan bakar minyak ke listrik.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun sudah menandatangani Instruksi Presiden atau Inpres No.7/2022 pada Rabu 13 September 2022, yang mengatur tentang penggunaan kendaraan listrik sebagai kendaraan dinas untuk pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Menyikapai hal terseut, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebutkan bahwa penggunaan mobil listrik memang lebih hemat dan tentu ramah lingkungan, apabila dibandingkan dengan mobil berbahan bakar minyak (BBM).

Ridwan Kamil yang juga selaku Ketua Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (Adpmet), mengungkapkan bahwa berdasarkan perbandingan biaya energi kendaraan listrik dan kendaraan BBM yang telah diuji coba dengan jarak tempuh 100 kilometer (KM) misalnya, kendaraan listrik hanya membutuhkan biaya sebesar Rp23.375. Sementara kendaraan BBM membutuhkan biaya sebesar Rp107.500.

Baca Juga: Bus Listrik INKA Bakal Wara-wiri di Surabaya dan Bandung

Angka tersebut dihitung dengan menggunakan biaya listrik pada rumah Rp 1699,53 kWh dan BBM jenis Pertalite Rp10.000 per liter. Artinya, penggunaan kendaraan listrik lebih hemat hampir lima kali lipat.

"Saya punya kesaksian seorang bapak-bapak yang biasa ke luar uang tiap hari nganter anak, kendaraan listrik bolak-balik itu dia menghemat dan dikalikan setahun Rp4 juta. Sehingga Rp4 juta itu per tahunnya bisa buat macem-macem untuk yang positif," kata Gubernur Jawa Barat dalam acara Forum Group Discussion (FGD) di Bandung, Senin (3/10/2022).

Ridwan menuturkan, dengan penghematan yang didapat tersebut, dirinya berharap supaya masyarakat dapat segera beralih menggunakan kendaraan listrik. Mengingat selain bersih, juga menghemat kantong.

Baca Juga: Gempar, Menteri PPPA Pimpin Pawai Kendaraan Listrik di IEMS 2022

Selain mendorong penggunaan kendaraan listrik baru, dia juga mendorong agar program konversi kendaraan BBM ke kendaraan listrik dapat ditingkatkan, karena akan berimbas terdapat potensi penciptaan lapangan kerja yang ada.

"Tantangannya sedang kami melatih agar bisa menerima perubahan dari bensin ke listrik. Ini setiap distribusi ada yang hilang pekerjaan dan lahir pekerjaan baru, pekerjaan barunya adalah montir konversi dari motor konvensional menjadi listrik. Ekosistem EV di Jawa Barat, baterainya juga di Jawa Barat walaupun nikelnya dari Sulawesi," tuturnya.

Sebagaimana diketahui, Kepala Staff Kepresidenan (KSP) sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) Moeldoko meminta masyarakat tidak perlu ragu beralih ke kendaraan listrik.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Sebab kata Moeldoko, untuk mendorong masifnya kendaraan listrik di Indonesia, pemerintah akan memberikan beragam insentif dan subsidi agar masyarakat mudah mengakses kendaraan listrik.

"Masyarakat saat ini tak perlu lagi ragu ketika ingin beralih ke kendaraan listrik. Yang tadinya bertanya tanya soal mobil listrik, pameran Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2022 akan memberikan jawaban untuk tak ragu lagi beralih ke mobil listrik," ujar Moeldoko dalam siaran pers.

Moeldoko menilai pasar kendaraan listrik makin tumbuh. Jika sebelumnya pengembangan kendaraan listrik saling menunggu dengan kesiapan infrastruktur, namun saat ini tidak lagi menjadi isu. Moeldoko menilai kerja sama antara PLN dan pihak swasta dalam pengembangan infrastruktur kendaraan listrik menjadi solusi dari kegamangan tersebut.

Bahkan kata Moeldoko, beralihnya masyarakat ke kendaraan sepeda motor listrik akan berkontribusi Rp 3,7 juta subsidi per tahun ke pemerintah. Sementara jika menggunakan mobil listrik kontribusi sebesar Rp19,2 juta subsidi per tahun.

"Jika agregat subsidi itu dikumpulkan untuk membangun SDM Indonesia, maka tidak lama lagi Indonesia akan menjadi negara yang hebat di masa depan," ujar Moeldoko.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini