Share

Tendang Vietnam, RI Punya Pabrik Pipa yang Bakal Ekspor ke Eropa

Iqbal Dwi Purnama, Okezone · Senin 03 Oktober 2022 18:58 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 03 320 2679959 tendang-vietnam-ri-punya-pabrik-pipa-yang-bakal-ekspor-ke-eropa-rNcDOG1zrj.jfif RI Punya Pabrik Pipa yang Bakal Ekspor ke Eropa. (Foto: Okezone.com/Pelindo)

JAKARTA - Indonesia bakal mulai ekspor pipa ke Eropa. Hal ini diwujudkan dengan dibangunnya pabrik pipa milik Wavin Manufacturing Indonesia, bagian dari Wavin Orbia asal Belanda, di Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah.

"Produksinya bukan hanya untuk penetrasi di Asia Tenggara dan Pasifik, tetapi juga akan di ekspor ke Eropa," ujar Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, pada prosesi peletakan batu pertama pabrik pipa Wavin di Batang, Senin (3/10/2022).

Baca Juga: Resmikan Pabrik Pipa di Batang, Jokowi: Impornya Sudah Tak Ada Lagi

Selama ini, lanjut Bahlil, 80% pipa di Indonesia masih impor. Namun dengan berdirinya pabrik Wavin bakal membuat Indonesia mengekspor pipa.

Bahkan pabrik pipa yang berdiri itu diproyeksikan bakal menjadi salah satu fasilitas produksi terbesar perushaan di dunia.

Baca Juga: Jawa Barat Tawarkan Proyek Rp59,73 Triliun, dari Energi Terbarukan hingga Food Security

Bahlil pun menceritakan untuk membawa pabrik pipa di Batang ini mempunyai proses yang cukup panjang.

Namun ada penawaran menarik dari pemerintah sebelum akhirnya perusahaan tersebut memilih bangun pabrik di Indonesia ketimbang Vietnam.

"Kita rayu mereka. Tadinya mau ke negara lain, salah satunya Vietnam. Tapi kita kasih tawaran yang baik. Alhamdulillah, mereka bisa hadir untuk groundbreaking hari ini," sambungnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Bahlil menjelaskan setidaknya pabrik tersebut bakal berdiri dan mulai beroperasi pada akhir tahun 2024 mendatang.

Adapun nilai investasi, dalam laporkan Kemeterian Investasi/BKPM pada November 2020 yang lalu mencapai USD125 juta atau setara Rp1,9 triliun (kurs saat ini). Diproyeksikan, pabrik tersebut akan langsung menyerap tenaga kerja sekitar 400-500 orang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini