Share

Ridwan Kamil Inginkan Sumur Migas Kecil Digarap Daerah

Rizky Fauzan, MNC Portal · Senin 03 Oktober 2022 20:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 03 320 2680011 ridwan-kamil-inginkan-sumur-migas-kecil-digarap-daerah-JASfftmH7H.jpg Ridwan Kamil Minta Kilang Migas Kecil Dikelola Daerah. (Foto: Okezone.com/SKK Migas)

JAKARTA - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melakukan koordinasi dengan Pertamina terkait pengelolaan sumur-sumur yang sudah ditinggalkan di Jawa Barat, untuk dioptimalkan daerah dengan formula ekonomi.

Ridwan Kamil selaku Ketua Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (Adpmet) mengatakan, banyak lapangan kecil yang di operatori Pertamina terbengkalai karena tidak menarik secara keekonomian.

Baca Juga: Investor Masih Belum Tertarik Investasi ke Migas RI, Kenapa?

Dengan demikian, dia berharap agar lapangan-lapangan kecilnya yang jumlahnya ribuan tersebut dapat dikelola daerah

"Sudah ada kesepakatan. Jumlahnya ribuan jadi kalau satu dua berhasil ini menjadi preseden. Yang penting bagi hasilnya jelas, tanggung jawabnya jelas dan selalu sila kelima disebut daerah kan merasakan minyak dari daerah-darah tapi kontribusinya masih dianggap rendah," kata Ridwan Kamil dalam focus group discussion (FGD) media gathering SKK Migas dan KKKS di Bandung, Senin (3/10/2022).

Baca Juga: Keren! Harta Karun Terbesar Dunia Ada di Indonesia

Dia mengutarakan bahwa APDMET memiliki aspirasi agar pengelolaan migas diamalkan sesuai dengan sila kelima Pancasila, yaitu agar ada kesejahteraan bagi daerah.

Adapun ADPMET terus memperjuangkan participating interest 10% sebagai bagian dari upaya memberikan kesejahteraan bagi daerah. Terkait dengan energi, ia menyampaikan bahwa ada 3 prinsip yang terus diperjuangkan yaitu murah, bersih dan berkelanjutan.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Ridwan menambahkan bahwa bagaimana melatih ketergantungan dari minyak ke gas yang jumlahnya banyak tetapi belum termanfaatkan dengan optimal, kemudian dilanjutkan penggunaan Energi Baru.

"Kita memperjuangkan PI daerah 10% karena belum banyak, baru Jawa Barat, Kalimantan Timur sebentar lagi Aceh dan sebagainya," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini