Share

Penjualan Pan Brothers (PBRX) Susut Jadi Rp4,5 Triliun

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Selasa 04 Oktober 2022 15:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 04 278 2680436 penjualan-pan-brothers-pbrx-susut-jadi-rp4-5-triliun-091iygIAET.jpg Penjualan PBRX turun (Foto: Okezone)

JAKARTA - Penjualan PT Pan Brothers Tbk (PBRX) mengalami penurunan di semester I 2022. Emiten tekstil dan garmen ini membukukan penjualan USD296 juta atau setara Rp4,5 triliun (kurs Jisdor Rp15.232 per dolar AS).

Penjualan ini turun 1,59% dari USD300 juta pada semester I/2021. Secara geografis, penjualan perseroan didominasi oleh ekspor sebanyak USD275,7 juta. Sementara itu, penjualan lokal PBRX mencapai USD20,6 juta.

Kemudian penjualan ekspor perseroan sebagian besar berada di wilayah Asia, dengan total senilai USD133,9 juta, disusul kemudian ke Amerika USD83,7 juta, dan Eropa USD54,7 juta. Sementara itu, pelanggan terbesar perseroan pada semester I/2022 adalah Adidas Sourcing Ltd dengan penjualan mencapai USD62,9 juta dan Uniqlo dengan penjualan sebesar USD26,5 juta.

Secara segmen, penjualan garmen perseroan mendominasi yakni mencapai USD285,8 juta. Adapun penjualan tekstil perseroan yakni sebesar USD10,19 juta sepanjang semester I/2022. Saat penjualan turun, beban pokok penjualan PBRX meningkat 0,21% menjadi USD262,2 juta, dari USD261,6 juta. Hal tersebut membuat laba bruto perseroan turun 13,5% dari USD39,1 juta, menjadi USD33,7 juta pada pertama 2022.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Begitu pula laba yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk perseroan turun menjadi USD3,38 juta, dari USD11,6 juta secara yoy. Laba bersih tersebut turun signifikan 70,91% secara tahunan. Adapun hingga akhir Juni 2022, PBRX mencatatkan total aset sebesar USD704,4 juta, meningkat dari USD696 juta di akhir 2021.

Total liabilitas PBRX naik menjadi USD409,2 juta di akhir semester I/2022, dari USD405,4 juta di akhir 2021. Sementara itu, total ekuitas perseroan naik menjadi USD295,2 juta di 30 Juni 2022, dari USD291,2 juta di 31 Desember 2021.

Tahun ini, perseroan optimistis penjualan tumbuh 10% dibandingkan dengan realisasi penjualan di 2021. Kenaikan penjualan ini juga akan diikuti dengan upaya otomatisasi dan digitalisasi di pabrik PBRX. Direktur Pan Brothers, Fitri Ratnasari Hartono pernah mengatakan, saat ini kapasitas pabrik Pan Brother mencapai 117 juta pieces per tahun dan tidak ada perubahan di tahun 2022.

“Meski kapasitas masih sama, kami terus menerus melaksanakan otomatisasi dan digitalisasi sehingga output-nya bisa naik. Jadi kami laksanakan perubahan beberapa mesin yang bisa otomatis. Tapi sejauh ini kami tidak ada rencana fisik membangun pabrik baru atau lokasi baru,”ujarnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini