Share

Korban PHK Merapat! Begini Cara Klaim Manfaat JKP

Iqbal Dwi Purnama, Okezone · Selasa 04 Oktober 2022 13:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 04 320 2680326 korban-phk-merapat-begini-cara-klaim-manfaat-jkp-jcrM9N9urV.jpeg Korban PHK bisa klaim manfaat JKP (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Korban PHK bisa mengklaim bantuan uang tunai dari pemerintah melalui program JKP (Jaminan Kehilangan Pekerjaan). Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan, Dita Indah Sari mengatakan seseorang yang menjadi korban PHK mencairkan JKP.

Indah mengatakan pada tahun 2022, pemerintah menyiapkan kuota setidaknya 750 ribu untuk para pekerja yang menjadi korban PHK. Namun harus hingga saat ini jumlah orang yang mengambil manfaat tersebut masih cukup sedikit atau baru terpakai sekitar 3 ribu.

"Kita punya kuota itu 750 ribu orang untuk 2022 yang dimulai dari Februari 2022, tetapi yang terpakai 6 bulan ke belakang 3.725 orang, dari kuota kita," ujar Dita dalam Market Review IDX Channel, Selasa (4/10/2022).

Dita menjelaskan pekerja yang menjadi korban PHK bisa langsung mengakses laman di www.siapkerja.go.id, kemudian bisa langsung masuk ke laman JKP dan melakukan pendaratan terlebih dahulu.

Setidaknya ada 3 persyaratan untuk bisa melakukan pendaftaran untuk selanjutnya masuk ke tahap verifikasi. Pertama adalah pekerja benar korban PHK yang dibuktikan dengan surat resmi dari perusahaan, kedua sudah menjadi kepesertaan dari BPJS Ketenagakerjaan, dan ketiga harus sudah ikut pada program jaminan kematian, kecelakaan kerja, hari tua dan pensiun.

"Pencarian ini langsung, kalau dia sudah mengisi, lalu diverifikasi, kalau dia memenuhi syarat yang ditentukan, maka manfaat itu bisa langsung cair," sambungnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Lebih lanjut Dita menjelaskan, setidaknya ada 3 kali pemberian manfaat untuk korban PHK, tahap pertama yaitu senilai 45% dari gaji, selanjutnya bakal cair kembali di bulan ketiga sebesar 25% dari gaji, dan di bulan ke 6 akan cair lagi senilai 15%.

Adapun untuk pencairan manfaat di bulan ketiga, ada persyaratan yang ditambahkan, yaitu korban PHK harus sudah berupaya melakukan pelamaran pekerjaan kembali paling tidak apply CV ke 5 perusahaan dalam sebulan. Jika tidak, maka dana manfaat untuk tahap kedua dan ketiga tidak bisa cair.

"Kita ada pasar kerja, ada sistem yang terkoneksi dengan BPJS hingga industri (situs SIAPkerja), di sana ada daftar kebutuhan perusahaan, si korban PHK, dia harus masuk ke sistem itu, kemudian melakukan apply ke perusahaan itu, paling tidak 5 kali dalam sebulan, kita ingin melihat kesungguhannya untuk mencari pekerjaan," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini