Share

Bos Besar Freeport Beberkan Dampak Besar Keuntungan Tambang bagi Rakyat Indonesia

Antara, Jurnalis · Selasa 04 Oktober 2022 13:54 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 04 320 2680353 bos-besar-freeport-beberkan-dampak-besar-keuntungan-tambang-bagi-rakyat-indonesia-Z0WcMTdUK5.png Keuntungan Tambang Emas Papua pada Rakyat Indonesia. (Foto: okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Chairman of the Board and CEO Freeport-McMoRan Richard C Adkerson mengatakan, Freeport telah menginvestasikan sekira USD20 miliar dalam pengembangan operasi pertambangan di Papua atau sejak 1970-2021.

Meski modal yang dikeluarkan begitu besar, namun dampaknya secara ekonomi sangatlah besar.

Dia menyebut sepanjang 1992-2022 atau 20 tahun periode kontrak, manfaat langsung yang diterima pemerintah Indonesia dalam bentuk pajak, royalti, biaya lainnya dan dividen mencapai hingga USD23,1 miliar.

Baca Juga: Freeport Tambah Investasi Rp283 Triliun demi Gali Emas di Indonesia hingga 2041

"Ke depan, dengan operasi kami yang semakin berkembang dan pasar tembaga yang lebih baik, kami meyakini dalam 20 tahun ke depan setidaknya akan ada manfaat langsung senilai USD80 miliar," katanya, dikutip dari Antara, Selasa (4/10/2022).

Adkerson juga mengatakan peluang untuk jangka panjang masih sangat besar karena ada sumber daya bijih yang potensial untuk dikembangkan sebesar 3 miliar ton, tidak termasuk cadangan.

Baca Juga: Cerita Bos Besar Freeport soal Keraguan Tambang di Papua

"Kita punya sumber daya, tidak termasuk cadangan bijih, tapi kami belum menggali sampai kedalaman itu untuk menemukan sumber daya yang mungkin kita dapat. Maka itu jadi peluang yang besar untuk semua stakeholders, pekerjanya, masyarakat sekitar, orang Indonesia hingga pemegang sahamnya," katanya.

Sejak Grasberg open pit selesai di tambang pada 2020, Freeport masih memiliki beberapa cadangan lain, seperti Deep Ore Zone Block Cave hingga 2022, Big Gossan Stope hingga 2038, Deep Mill Level Zone Block Cave hingga 2040, Grasberg Block Cave sampai dengan 2044, serta Kucing Liar Block Cave hingga 2052.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Freeport juga telah menyiapkan tambahan investasi USD18,6 miliar atau setara Rp283 triliun (kurs Rp15.249 per USD) untuk menopang kegiatan operasional 2021-2041.

"Kami berencana untuk menggelontorkan hampir USD20 miliar lagi dan kemudian lebih dari USD3 miliar di Gresik, untuk membangun smelter," katanya.

Secara rinci, berdasarkan bahan paparannya, investasi sebesar USD18,6 AS itu terbagi menjadi USD15,6 miliar penanaman modal dan USD3 miliar untuk pengembangan smelter.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini