Share

Keruk Emas di Papua, Freeport Habiskan Rp283 Triliun

Noviana Zahra Firdausi, Okezone · Rabu 05 Oktober 2022 04:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 04 320 2680593 keruk-emas-di-papua-freeport-habiskan-rp283-triliun-sSkRVr0ve2.png Investasi Freeport di Tambang Emas Papua. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Tambahan investasi sebesar USD 18,6 miliar atau setara Rp283 triliun (kurs Rp15.249 per USD) telah disiapkan oleh Chairman of the Board and CEO Freeport-McMoRan, Richard C Adkerson, untuk menopang kegiatan operasional 2021-2041.

Diketahui sepanjang tahun 1970-2021 hampir USD20 miliar atau setara dengan Rp305,1 triliun telah diinvestasikan oleh Freeport dalam pengembangan operasi pertambangan di Papua.

Baca Juga: Bos Besar Freeport Beberkan Dampak Besar Keuntungan Tambang bagi Rakyat Indonesia

"Kami berencana untuk menggelontorkan hampir USD20 miliar lagi dan kemudian lebih dari USD3 miliar di Gresik, untuk membangun smelter," katanya.

Berdasarkan informasi, investasi sebanyak USD18,6 AS itu terbagi menjadi USD15,6 miliar penanaman modal dan USD3 miliar untuk pengembangan smelter.

Adkerson mengakui, Freeport telah mengeluarkan banyak dana untuk mendukung operasi pertambangan di pegunungan Papua itu. Dia bahkan menyebut orang yang menemukan tambang tersebut awalnya ragu soal pengembangan tambang tembaga itu.

Baca Juga: Freeport Tambah Investasi Rp283 Triliun demi Gali Emas di Indonesia hingga 2041

"Dari tahun 1970 hingga 2021 kami menginvestasikan hampir USD20 miliar dalam mengembangkan operasi ini, di Papua, di gunung, di mana orang yang menemukan tambang dan mengatakan tambang itu tidak akan pernah bisa dikembangkan," katanya.

Adkerson menambahkan, meski modal yang dikeluarkan begitu besar, namun dampaknya secara ekonomi sangatlah besar.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Dia menyebut sepanjang 1992-2022 atau 20 tahun periode kontrak, manfaat langsung yang diterima pemerintah Indonesia dalam bentuk pajak, royalti, biaya lainnya dan dividen mencapai hingga USD23,1 miliar.

"Ke depan, dengan operasi kami yang semakin berkembang dan pasar tembaga yang lebih baik, kami meyakini dalam 20 tahun ke depan setidaknya akan ada manfaat langsung senilai 80 miliar dolar AS," katanya.

Adkerson juga mengatakan peluang untuk jangka panjang masih sangat besar karena ada sumber daya bijih yang potensial untuk dikembangkan sebesar 3 miliar ton, tidak termasuk cadangan.

"Kita punya sumber daya, tidak termasuk cadangan bijih, tapi kami belum menggali sampai kedalaman itu untuk menemukan sumber daya yang mungkin kita dapat. Maka itu jadi peluang yang besar untuk semua stakeholders, pekerjanya, masyarakat sekitar, orang Indonesia hingga pemegang sahamnya," katanya.

Baca selengkapnya: Freeport Tambah Investasi Rp283 Triliun demi Gali Emas di Indonesia hingga 2041

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini