Share

Profil Nugroho Setiawan Pemilik Lisensi FIFA Security Officer

Shelma Rachmahyanti, MNC Media · Selasa 04 Oktober 2022 17:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 04 622 2680572 profil-nugroho-setiawan-pemilik-lisensi-fifa-security-officer-8etj4Lo8cE.jpg Profil Nugroho Setiawan Pemilik Lisensi FIFA Security. (Foto: Okezone.com/Ist)

JAKARTA – Profil Nugroho Setiawan pemilik lisensi FIFA Security Officer. Sebagaimana diketahui, pemerintah membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) untuk mengusut Tragedi Kanjuruhan yang merenggut 125 nyawa.

Nama Nugroho Setiawan masuk dalam TGIPF yang diketuai Menko Polhukam Mahfud MD. Diketahui, TGIPF beranggotakan 13 orang.

Baca Juga: Soal Penggunaan Gas Air Mata, Nugroho Setiawan: Aturan FIFA Harus Disosialisasikan Terlebih Dahulu!

Dilansir Okezone dari berbagai sumber, Selasa (4/10/2022), Nugroho Setiawan merupakan pemilik lisensi FIFA Security Officer.

Diketahui, Nugroho Setiawan pernah menjabat sebagai Kepala Departemen Infrastruktur, Keamanan, dan Keselamatan PSSI.

Baca Juga: Profil Nugroho Setiawan, Mantan Anggota PSSI dengan Lisensi FIFA Security Gabung TGIPF

Kemudian, Nugroho pernah bertugas di Asian Games 2018, Piala AFC U-16 dan U-19. Selain itu, dia juga masuk tim inti bidding dan persiapan Piala Dunia U-20.

Selain berkarier di dunia sepak bola, Nugroho juga pernah menjadi konsultan manajemen pengamanan di beberapa perusahaan. Adapun salah satunya, yakni PLN. 

Sementara itu, Nugroho Setiawan menyebut aturan FIFA harus disosialisasikan terlebih dahulu akan diulas pada artikel ini. Pemegang lisensi FIFA dan AFC Security Officer, Nugroho Setiawan angkat bicara soal penerapan aturan federasi Sepak Bola Dunia (FIFA).

Eks pengurus PSSI itu mengatakan, regulasi yang sudah dituangkan FIFA itu harusnya bisa diterapkan. Hal itu dikarenakan sifat dari regulasi tersebut umum.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Seperti diketahui, sepak bola Indonesia tengah berduka setelah insiden yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang pada Sabtu 1 Oktober 2022. Kala itu, terjadi kerusuhan pascalaga Arema FC vs Persebaya Surabaya.

Para pendukung menyerbu lapangan, dibalas dengan pentungan dan gas air mata dari aparat keamanan. Aremania -suporter Arema FC- pun berhamburan menyelamatkan diri keluar stadion.

Naas, mereka yang panik akhirnya berdesak-desakkan dan terinjak-injak dalam insiden tersebut. Akibat insiden ini, pemerintah mengonfirmasi 125 orang meninggal dunia. Tragedi ini pun menjadi sorotan dunia.

Yang paling disorot adalah penggunaan gas air mata yang dinilai melanggar regulasi FIFA. Sebab, berdasarkan Pasal 19 Huruf B FIFA Stadium and Security, penggunaan gas air mata dilarang di dalam stadion.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini