Share

Di Hadapan Mahasiswa, Menteri Bahlil Cerita Gugatan Ekspor Nikel di WTO

Iqbal Dwi Purnama, Okezone · Rabu 05 Oktober 2022 11:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 05 320 2680972 di-hadapan-mahasiswa-menteri-bahlil-cerita-gugatan-ekspor-nikel-di-wto-FxLnllgl2l.jpg Bahlil cerita gugatan larangan ekspor nikel ke mahasiswa (Foto: Setkab)

JAKARTA - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia cerita gugatan ekspor nikel di hadapan mahasiswa. Dia mendatangi beberapa perguruan tinggi negeri di Indonesia untuk menjelaskan program hilirasi yang saat ini tengah dibangun pemerintah.

"Saya punya keinginan besar untuk melakukan roadshow, dalam rangka memberikan orasi ilmiah di 7 kampus, pertama ITS, kedua di UGM, setelah itu di ITB, di UI, di Uncen, dan Unhas," kata Bahlil dalam acara orasi ilmiah yang disiarkan melalui kanal YouTube Kementerian Investasi/BKPM, Selasa (4/10/2022).

Di hadapan para mahasiswa Bahlil menjelaskan bahwa hilirisasi merupakan salah satu instrumen untuk mengubah dari negara berkembang menjadi negara maju. Sebab negara lain harus mendirikan pabrik di Indonesia jika mau memanfaatkan sumber daya alam.

Menurutnya hilirisasi merupakan upaya untuk mengembangkan industri berkelanjutan yang telah terbukti berdampak pada pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan pekerjaan, serta peningkatan pendapatan negara.

Bahlil menjelaskan Pemerintah berupaya serius untuk mendorong hilirisasi dalam penciptaan nilai tambah sumber daya alam, seperti contohnya melalui pembangunan smelter tembaga oleh PT Freeport Indonesia (PT FI) di Gresik, Jawa Timur yang pembangunannya diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Oktober 2021 lalu.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Kita harus dorong hilirisasi agar Indonesia tidak hanya dikenal sebagai negara tujuan wisata. Dengan hilirisasi ini Indonesia semakin disegani,” tegas Bahlil dalam orasinya," lanjutnya.

Selain itu upaya lain untuk menghasilkan nilai tambah adalah dengan meminta investor bangun kolaborasi dengan pengusaha nasional di daerah. Tujuannya, agar pengusaha daerah menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri dan mendapatkan manfaat secara maksimal dari sumber daya alamnya. Melalui hilirisasi ini diharapkan bisa memunculkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah.

"Kita hadapi gugatan larangan nikel di WTO. Kita juga inisiasi Kompendium Bali dalam TIIMM (Trade, Investment, and Industry Ministerial Meeting) G20 kemarin agar negara-negara G20 sepakati pentingnya hilirisasi untuk mendorong nilai tambah," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini