Share

SKK Migas Ungkap Gas RI Melimpah

Rizky Fauzan, MNC Portal · Rabu 05 Oktober 2022 12:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 05 320 2681019 skk-migas-ungkap-gas-ri-melimpah-95CwFJSlXG.jpg Produksi gas RI melimpah (Foto: Okezone)

JAKARTA - SKK Migas mengungkap pasokan gas Indonesia melimpah. Mengingat beberapa proyek gas dalam waktu dekat bakal beroperasi.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan bahwa pasokan gas di dalam negeri akan naik cukup signifikan dengan mulai beroperasinya proyek proyek gas yang berada di Jawa Timur. Misalnya seperti proyek milik Pertamina yakni Jambaran Tiung Biru (JTB), proyek gas milik operator Husky-CNOOC Madura Limited (HCML), dan proyek milik Petronas yakni Bukit Tua Phase.

"Kalau nanti JTB beroperasi, HCML akhir tahun ini beroperasi, dan awal tahun depan beroperasi satu lagi Petronas yang bukit tua nanti surplus Jawa Timur," kata Dwi di Bandung, Rabu (5/10/2022).

Apalagi, dengan mulai beroperasinya JTB saja, provinsi ini bakal ada tambahan gas sebesar 20 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Sedangkan dengan mulai beroperasinya proyek HCML akan ada tambahan pasokan gas sebesar 40 MMSCFD.

Proyek pengembangan lapangan unitisasi gas Jambaran Tiung Biru (JBT) yang berlokasi di Desa Bandungrejo, Bojonegoro, Jawa Timur telah melakukan pengaliran gas perdana atau Gas On Stream (GoS) pada Selasa (20/9/2022).

Penyaluran gas perdana tersebut menandai babak baru proyek JTB yang dikelola PT Pertamina EP Cepu (PEPC) yang merupakan anak usaha dari PT Pertamina Hulu Energi.

Adapun, GoS merupakan tahap pengaliran gas dari fasilitas pemrosesan gas atau Gas Processing Facility (GPF) menuju metering area untuk disalurkan ke pipa distribusi yang selanjutnya diterima oleh para pembeli dari gas tersebut.

Pada Agustus lalu, Pertamina EP Cepu bersama mitra pelaksana telah berhasil melakukan gas in atau mengalirkan gas dari sumur ke GPF sebagai bagian tahap penting bagi proyek ini.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

JTB diproyeksikan menjadi salah satu calon penghasil gas terbesar di Indonesia dengan produksi penjualan gas yang mencapai 192 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD). Dari jumlah tersebut, 100 MMSCFD telah dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan gas pembangkit listrik PT PLN.

Direktur Utama Pertamina EP Cepu, Awang Lazuardi, mengatakan bahwa proses Gas On Stream ini telah melalui tahapan krusial penuh tantangan, sebagai hasil kerja keras dari seluruh pihak yang terlibat di proyek gas JTB. Menurut Awang, semua harus mendapatkan apresiasi besar atas dedikasi juga inovasi dalam penyelesaian proyek.

"Alhamdulillah, berbagai tantangan dapat kita lalui bersama dan akhirnya gas JTB sudah dapat dialirkan ke metering untuk didistribusikan kepada para buyers. Dengan demikian, gas JTB telah secara resmi memberikan kontribusi nyata terhadap pemenuhan energi nasional,โ€ kata Awang melalui siaran pers.

Sebagaimana diketahui, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkirakan Indonesia bakal mengalami surplus gas mencapai 1.715 MMSCFD yang berasal dari beberapa proyek potensial dalam 10 tahun ke depan. Adapun, potensi gas bumi Indonesia cukup menjanjikan dengan cadangan terbukti sekitar 41,62 TCF.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji mengatakan Indonesia masih memiliki 68 cekungan potensial yang belum tereksplorasi untuk ditawarkan kepada investor.

โ€œSeperti yang diproyeksikan dalam Neraca LNG Indonesia, akan ada peningkatan produksi LNG pada tahun 2028. Dalam 10 tahun ke depan, Indonesia akan mengalami surplus gas hingga 1.715 MMSCFD yang berasal dari beberapa proyek potensial di berbagai wilayah,โ€ kata Tutuka.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini