Share

Waspadai Perubahan Iklim, Jokowi Setiap Minggu Rapat soal Ketahanan Pangan

Antara, Jurnalis · Rabu 05 Oktober 2022 12:59 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 05 320 2681047 waspadai-perubahan-iklim-jokowi-setiap-minggu-rapat-soal-ketahanan-pangan-sWzmrjtriD.png Jokowi Setiap Minggu Rapat soal Pangan (Foto: BPMI)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bercerita bahwa setiap minggu melakukan rapat membahas ketahanan pangan nasional. Biasanya, rapat soal pangan dilakukan enam bulan sekali.

Presiden meminta jajarannya untuk senantiasa mempersiapkan berbagai hal untuk menjaga ketahanan pangan nasional.

"Semuanya sudah saya sampaikan harus siap, karena kita rapat urusan pangan dan energi itu setiap minggu. Biasanya enam bulan sekali, ini sudah setiap minggu," ujar Jokowi kepada awak media selepas mengikuti puncak peringatan HUT Ke-77 TNI di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (5/10/2022).

BACA JUGA: FAO: Perang dan Perubahan Iklim Picu Lebih Banyak Krisis Pangan 

Hal ini dilakukan Jokowi saat menyoroti perubahan iklim sebagai tantangan terkini dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional, meski Indonesia memiliki modal positif berupa pengakuan dari International Rice Research Institute (IRRI) pada pertengahan Agustus lalu.

"Sudah berkali-kali saya sampaikan bahwa oleh International Rice Research Institute kita telah dinyatakan swasembada sejak 2019, dan juga kita dinyatakan memiliki ketahanan pangan yang baik," kata Presiden.

 

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Presiden menegaskan bahwa penghargaan tersebut menjadi modal baik dalam upaya Indonesia terus memperbaiki ketahanan pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim.

Secara khusus Presiden menyebutkan ada kekhawatiran pribadi terkait iklim di Tanah Air yang sudah dua tahun terakhir cenderung basah.

"Ini kita sudah mendapatkan basah lebih dari dua tahun, yang saya takutkan kalau kita mendapatkan kering juga dalam waktu yang sama," katanya.

Pada Selasa (4/10) kemarin misalnya, Presiden memimpin rapat internal di Istana Kepresidenan Jakarta terkait pengembangan food estate sebagai bagian dari upaya meningkatkan ketahanan pangan nasional.

Selain mengevaluasi pengembangan food estate (lumbung pangan) di berbagai daerah, rapat internal tersebut juga memutuskan terkait rencana pembentukan Badan Cadangan Logistik Strategis.

Menurut keterangan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selepas rapat tersebut, regulasi pembentukan Badan Cadangan Logistik Strategis akan dimasukkan ke dalam satu Peraturan Presiden (Perpres) terkait Peningkatan Pangan Nasional Melalui Pengembangan Kawasan Food Estate.

Telah diputuskan pula bahwa Menteri Pertahanan Prabowo Subianto akan memimpin Badan Cadangan Logistik Strategis.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini