Share

Keamanan Data Face Recognition Penumpang Kereta Diragukan, Netizen: Risiko Bocor Menghantui

Heri Purnomo, iNews · Rabu 05 Oktober 2022 17:23 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 05 320 2681306 keamanan-data-face-recognition-penumpang-kereta-diragukan-netizen-risiko-bocor-menghantui-viI07LD0oe.jpg Keamanan Pindai Wajah Penumpang Kereta Dipertanyakan. (Foto: Okezone.com/KAI)

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mulai uji coba fasilitas Face Recognition Boarding Gate di Stasiun Bandung sejak 28 September 2022.

Namun fasilitas Face Recognition tersebut menimbulkan pro dan kontra. Sejumlah netizen mengaku ragu terhadap keamanan data dari penggunaan Face Recognition tersebut.

"Jadi KAI akan punya file wajah penumpang saat check in? Kalau kalian kena hack, kumplit lah sudah paket e-KTP, record perjalanan, dan wajah terkini penumpang tersebar? Gusti. No," tulis salah satu di kolom komentar KAI.

"Keamanan data kita gimana min? Apa yang bisa meyakinkan kita bahwa data yang kita upload aman?," tulis akun lainnya.

Baca Juga: Canggih! Boarding Penumpang Kereta dengan Sistem Pindai Wajah

"Big No!!! Jumawa dengan ISO waswiswus fafifu!?! Namanya sistem pasti ada lemahnya! Sudah jangan ambil resiko! Lebih baik lama dikit daripada cepet tapi resiko bocor selalu menghantui! Hiiii ngeri ah ngebayangin klo datanya bocyor2!!," kata akun lainnya.

Bahkan salah satu akun yang mengklaim dirinya sebagai seorang profesional di bidang AI tidak akan menggunakan penerapan Face Recognition.

"Makasih. Saya secara profesional kerja di bidang AI tapi tidak akan pernah berpartisipasi (termasuk sbg pengguna) untuk penerapan AI yang seperti ini,” tulis akun tersebut.

“Absolute mess. Hanya karena kamu bisa, bukan berarti kamu perlu melakuknnya. Apalagi di negara yang penerapan kebijakan keamanan datanya amburadul,” tambahnya.

Meski banyak netizen yang mempertanyakan keamanan data dari layanan tersebut, banyak juga netizen yang mengapresiasi inisiatif KAI dalam memudahkan penggunanya.

"Memang keren. Kurun waktu 9 tahun (2013 -> 2022). PT KAI bisa berubah dari vrindavan menuju masa depan," tulis salah satu akun yang mengapresiasi inovasi KAI.

"Semakin keren nih," tulis akun lainnya.

Baca Juga: Butuh Rp300 Triliun Bereskan Perlintasan Sebidang Kereta

Sementara itu, menanggapi keamanan data pada fasilitas layanan Face Recognition tersebut, VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir terkait keamanan datanya.

Hal itu dikarenakan KAI telah memiliki manajemen keamanan informasi yang baik dan secara rutin terus meningkatkan keamanan data yang dikelola oleh perusahaan.

"Masyarakat juga tidak perlu khawatir terkait keamanan datanya karena KAI telah memiliki manajemen keamanan informasi yang baik dan secara rutin terus meningkatkan keamanan data yang dikelola oleh perusahaan," katanya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sementara itu, akun resmi @KAI121 "Data penumpang aman dan hanya dipergunakan untuk kepentingan boarding ya Kak. KAI juga mengimplementasikan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) dan telah memiliki sertifikat ISO 27001.|1," tulis akun resmi KAI.

Lebih lanjut, KAI menjelaskan bahwa bagi penumpang yang tidak bersedia menggunakan fasilitas Face Recognition (FR) nantinya masih dapat boarding secara manual.

Sebelumnya, VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan, Face Recognition Boarding Gate tersebut bertujuan untuk mempermudah pelanggan KA Jarak Jauh yang ingin naik kereta api, tanpa perlu repot-repot menunjukan berbagai dokumen seperti boarding pass fisik, e-boarding pass, KTP, ataupun dokumen vaksinasi.

"Fasilitas Face Recognition Boarding Gate di Stasiun Bandung dalam rangka memastikan dan menyempurnakan layanan inovatif terbaru dari KAI ini. Ditargetkan pada awal tahun 2023, layanan ini sudah bisa diterapkan di seluruh stasiun KA Jarak Jauh di berbagai daerah," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (30/9/2022).

Joni menjelaskan, Face Recognition Boarding Gate merupakan fasilitas layanan boarding yang dilengkapi dengan kamera yang berfungsi untuk mengidentifikasi dan memvalidasi indentitas seseorang melalui wajah yang datanya sudah diintegrasikan dengan data tiket kereta yang dimiliki hingga status vaksinasi pelanggan.

Lebih lanjut, Untuk menikmati fasilitas terebut, pelanggan harus melakukan satu kali registrasi di awal yang berlaku untuk selamanya. "Registrasi dilakukan dengan menempelkan e-KTP pada alat e-KTP Reader kemudian menempelkan jari telunjuk kanan atau kiri pada pemindai yang ada di e-KTP reader," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini