Share

Duh! Menteri PUPR Ungkap Kebocoran Air Minum 40%

Noviana Zahra Firdausi, Okezone · Rabu 05 Oktober 2022 18:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 05 470 2681370 duh-menteri-pupr-ungkap-kebocoran-air-minum-40-zroDW5KObE.jpg Menteri Basuki ungkap kebocoran air minum masih tinggi (Foto: Antara)

JAKARTA - Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengungkap tingkat kebocoran air minum perpipaan mencapai 40%. Kebocoran masih tinggi karena masalah teknis dan administrasi.

Kebocoran atau kehilangan air sendiri merupakan salah satu masalah yang masih dihadapi dalam cakupan penyediaan air minum di mana pemerintah menargetkan penurunan angka NRW ke level 25% pada 2024.

"Kehilangan air minum itu, baik teknis maupun administrasi rata-rata masih 40%," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dilansir dari Antara, Rabu (5/10/2022).

Meski terlihat teknis, kata dia, kebocoran air minum perpipaan juga disebabkan masalah administrasi. Ia bahkan menyebut masalah tersebut termasuk salah satunya soal ada perusahaan di dalam perusahaan.

"Saya tahu dari ayah saya dulu. Kadang ada perusahaan di dalam perusahaan. Itu dulu yang dibabat ayah saya. Jadi saya tahu persis dari awal. Itu hal-hal yang perlu didisiplinkan. Di situlah sumber NRW," kata Menteri Basuki yang ayahnya adalah seorang Direktur PDAM di Semarang.

Menteri PUPR pun mendorong PDAM untuk bisa menurunkan NRW hingga di bawah 25-30%. Ia menjanjikan akan memberikan tambahan prasarana yang dibutuhkan PDAM sebagai imbalan.

"Saya akan bantu program penambahan prasarananya tapi bapak tanggung jawab untuk pengendalian kehilangan air," katanya.

Ketua Umum Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) Lalu Ahmad Zaini mengungkapkan tingkat NRW yang tinggi memang masih jadi salah satu masalah yang dihadapi perusahaan air minum di Tanah Air.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

"Problem utama air minum itu memang cakupannya yang masih rendah, kebocoran masih tinggi, SDM masih rendah, termasuk alternatif pembiayaan," katanya.

Lalu pun akan terus berupaya turut mengumpulkan data soal masalah yang masih dihadapi dan potensi yang bisa dimanfaatkan. Data tersebut nantinya akan dikonsultasikan kepada pemerintah agar mendapatkan solusi sehingga penyediaan air minum bisa terpenuhi sesuai target.

"Anggota Perpamsi itu seluruh PDAM di Indonesia, jumlahnya ada 440 PDAM, tapi memang kondisinya 60% itu 'sakit'. Mereka belum cost recovery, artinya tarif yang berlaku itu belum mampu membiayai dirinya. Tugas kami berkolaborasi, termasuk dengan pemerintah untuk bisa menyelesaikan ini," kata Lalu Ahmad yang juga Direktur Utama PDAM Giri Menang Mataram.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini