Share

Wall Street Ditutup Melemah, Investor Khawatirkan Suku Bunga The Fed

Antara, Jurnalis · Kamis 06 Oktober 2022 07:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 06 320 2681560 wall-street-ditutup-melemah-investor-khawatirkan-suku-bunga-the-fed-WNeXCXYWyR.jpg Wall Street Berakhir Melemah. (Foto: Okezone.com/Reuters)

NEW YORK - Bursa saham AS, Wall Street berakhir melemah pada penutupan perdagangan Rabu. Di mana data menunjukkan permintaan tenaga kerja AS yang menguat menyiratkan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi dengan waktu yang lebih lama.

Indeks Dow Jones Industrial Average tergelincir 42,45 poin atau 0,14% menjadi 30.273,87 poin. Indeks S&P 500 terpangkas 7,65 poin atau 0,20% menjadi 3.783,28 poin. Indeks Komposit Nasdaq merosot 27,77 poin atau 0,25% menjadi 11.148,64 poin.

Baca Juga: Bursa Saham AS Turun Tajam Tertekan Data Inflasi, Indeks Dow Anjlok 500 Poin

Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor utilitas dan real estat masing-masing jatuh 2,25% dan 1,9% memimpin penurunan. Sementara itu, sektor energi terangkat 2,06%  menjadikannya kelompok berkinerja terbaik.

Pergerakan pasar di atas mengikuti pergerakan kuat dua hari di Wall Street yang melihat Dow reli lebih dari 1.500 poin selama dua sesi sebelumnya, didukung oleh harapan pasar bahwa Federal Reserve dapat berputar ke sikap yang kurang agresif lebih cepat dari yang diperkirakan.

Pejabat Fed bersikeras pada pengetatan suku bunga agresif untuk memerangi inflasi, sebuah pesan yang dikhawatirkan pasar akan mengarah pada hard landing ekonomi dan kemungkinan resesi.

Baca Juga: Wall Street Anjlok, Investor Cemas The Fed Naikkan Suku Bunga Lagi

The Fed diperkirakan akan memberikan kenaikan suku bunga 75 basis poin keempat berturut-turut ketika pembuat kebijakan bertemu 1-2 November, perkiraan dana berjangka menunjukkan, menurut alat FedWatch CME.

Presiden Fed San Francisco Mary Daly mengatakan kepada Bloomberg TV dalam sebuah wawancara bahwa inflasi bermasalah dan bank sentral AS akan tetap berada di jalurnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Namun, investor juga mencari saham-saham murah di pasar yang tampak oversold. Rasio harga terhadap lab ke depan berada di 15,9 kali, mendekati rata-rata historisnya, turun dari sekitar 22 kali sebelum penurunan besar pasar tahun ini.

"Dengan melawan kembali, bagi saya itu adalah indikator yang menguntungkan bahwa reli ini bisa berjalan," kata Kepala Strategi Investasi CFRA Research, Sam Stovall, dikutip dari Antara, Kamis (6/10/2022).

"Itu juga menegaskan bahwa investor percaya, pedagang percaya, bahwa masih ada lagi yang akan terjadi dalam reli ini," katanya.

Investor juga menyaring sejumlah data ekonomi terbaru. Institute for Supply Management (ISM) mengatakan Rabu (5/10/2022) bahwa indeks manajer pembelian (PMI) jasa-jasa AS berdiri di 56,7% pada September, sedikit turun dari 56,9 persen yang tercatat di bulan sebelumnya. Angka di atas 50% menunjukkan sektor ini secara umum berkembang.

Sementara itu, perusahaan data penggajian Automatic Data Processing (ADP) melaporkan bahwa sektor swasta AS menambahkan 208.000 pekerjaan pada September, melampaui konsensus pasar. Laporan situasi ketenagakerjaan bulanan yang lebih diawasi akan dirilis pada Jumat (7/10/2022).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini