Share

Peredaran Pasar Kripto Dunia, Timur Tengah dan Afrika Paling Cepat

Antara, Jurnalis · Kamis 06 Oktober 2022 09:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 06 320 2681619 peredaran-pasar-kripto-dunia-timur-tengah-dan-afrika-paling-cepat-jb7PX7hHzi.png Peredaran Pasar Kripto di Dunia. (Foto: Okezone.com/Freepik)

DUBAI - Timur Tengah dan Afrika Utara menjadi pasar kripto dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Adapun volume kripto yang diterima di wilayah tersebut meroket 48% hingga Juni 2022.

Peneliti Blockchain Chainalysis dalam laporannya menyampaikan, pasar kripto Timur Tengah dan Afrika Utara pertumbuhannya menjadi USD566 miliar yang diterima dalam mata uang kripto antara Juli 2021 hingga Juni 2022 menunjukkan adopsi meningkat dengan cepat.

Baca Juga: Kemendag Atur Perdagangan Aset Kripto di Indonesia

Amerika Latin mengalami pertumbuhan terbesar kedua pada periode yang sama, sebesar 40%. Amerika Utara berikutnya dengan pertumbuhan 36%, diikuti oleh Asia Tengah dan Selatan serta Oseania dengan pertumbuhan 35%, kata Chainalysis.

Tiga negara Timur Tengah dan Afrika Utara termasuk di antara 30 teratas dalam Indeks Adopsi Kripto Global Chainalysis 2022, dengan Turki di tempat ke-12, Mesir di tempat ke-14, dan Maroko di urutan ke-24.

“Di Turki dan Mesir, fluktuasi harga uang kripto bertepatan dengan devaluasi mata uang fiat (tradisional) yang cepat, memperkuat daya tarik kripto untuk melestarikan tabungan,” kata Chainalysis, dikutip dari Antara, Kamis (6/10/2022).

Baca Juga: Apakah Crypto Sama dengan Bitcoin? Ini Penjelasannya

Lira Turki telah melemah hampir 30% tahun ini ke rekor terendah baru, setelah kehilangan 44% nilainya tahun lalu di tengah krisis mata uang yang dipicu oleh penurunan suku bunga.

Turki berada di tertinggi wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara dalam hal nilai kripto yang diterima sejauh ini, setelah menerima kripto senilai 192 miliar dolar AS pada tahun ini hingga akhir Juni, meskipun hanya melihat pertumbuhan 10,5 persen dari tahun ke tahun.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Mata uang Mesir juga telah kehilangan sekitar seperempat nilainya terhadap dolar pada awal tahun.

"Pembayaran remitansi menyumbang sekitar 8,0 persen dari PDB Mesir, dan bank nasional negara itu telah memulai proyek untuk membangun koridor pengiriman uang berbasis kripto antara Mesir dan Uni Emirat Arab, tempat banyak penduduk asli Mesir bekerja," kata Chainalysis.

Enam negara dari Dewan Kerja Sama Teluk "jarang mencapai puncak indeks adopsi kripto akar rumput kami, karena membebani negara-negara dengan paritas daya beli per kapita, yang menguntungkan negara-negara miskin," kata Chainalysis.

"Namun demikian, peran mereka dalam ekosistem kripto tidak boleh diremehkan. Arab Saudi, misalnya, adalah pasar kripto terbesar ketiga di seluruh Timur Tengah dan Afrika Utara dan Uni Emirat Arab berada di urutan kelima."

Afghanistan, yang berada di urutan ke-20 dalam indeks adopsi Chainalysis tahun lalu, telah jatuh ke bagian bawah daftar karena otoritas Taliban telah "menyamakan kripto dengan perjudian," yang dilarang dalam Islam, kata Chainalysis.

Dari November 2021 hingga sekarang, pengguna yang berbasis di Afghanistan menerima rata-rata kurang dari 80.000 dolar AS per bulan dari rata-rata 68 juta dolar AS per bulan sebelum pengambilalihan Taliban, kata Chainalysis.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini