Share

RI Targetkan Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca 231 Juta Ton pada 2025

Rizky Fauzan, MNC Portal · Kamis 06 Oktober 2022 14:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 06 320 2681862 ri-targetkan-penurunan-emisi-gas-rumah-kaca-231-juta-ton-pada-2025-LcCPlRJ3dM.jpg Ilustrasi energi (Foto: Reuters)

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 231,2 Juta ton CO2 pada 2025 guna mencapai Net Zero Emission (NZE) tahun 2060.

Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Kementerian ESDM Andriah Feby Misna pun membenarkan kabar tersebut.

"Energi terbarukan merupakan salah satu alternatif kita untuk menurunkan emisi GRK tersebut. Kita juga punya peta jalan untuk dekarbonisasi dalam rangka menuju NZE di 2060 atau lebih cepat," kata Feby dalam diskusi daring Indonesia Sustainable Energy Week, di Jakarta, Kamis (6/10/2022).

ย BACA JUGA:Net Zero Emission, Anak Usaha Holding Pupuk Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca

Dia menuturkan target penurunan emisi yang terdekat pada 2025 akan dilakukan melalui beberapa langkah, diantaranya dari sisi pasokan dilakukan melalui pemanfaatan PLTS atap, percepatan waste to energy, pengembangan PLTBm skala kecil, dan penambahan PLTA.

Sedangkan sisi permintaan, pemerintah mendorong penggunaan kompor induksi sebanyak 1,8 juta rumah tangga, dymethyl ether untuk menggantikan LPG rumah tangga, penerapan 300 ribu mobil listrik dan 1,3 juta motor listrik, jaringan gas untuk 5,2 juta sambungan rumah, serta mandatori biodiesel 30 persen pada 2025.

Target penurunan emisi GRK pada 2060, menurut dia, mencapai 1.798 Juta ton CO2.

"Sejalan dengan itu, kita terus mendorong peralihan ke kendaraan listrik, pengembangan biofuel, juga teknologi baru seperti green hydrogen atau nuklir," jelasnya.

Lebih lanjut Feby menyampaikan pemerintah juga meningkatkan target pengurangan emisi karbon dalam enhanced Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia, dari 29% dengan usaha sendiri menjadi 31,89% pada 2030.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Dia mengungkapkan perubahan target dari 29% menjadi 31,89% pada 2030 pasti akan berdampak kepada peta jalan transisi energi yang tengah disiapkan.

"Terus terang energy transition roadmap ini juga kita masih terus gerak dinamis, untuk melakukan pemodelannya memang ini akan terjadi pergeseran lagi," katanya.

Sebagaimana diketahui, Indonesia berkomitmen dan menerapkan kebijakan yang membumi dalam mengaitkan hutan dengan aksi iklim di tingkat global, nasional, dan lokal.

Hal ini tercermin dalam Nationally Determined Contribution (NDC), peta jalan mitigasi dan adaptasi dan strategi Jangka Panjang untuk Perjanjian Rendah Karbon dan Kompatibel dengan Paris untuk 2050 (LTS-LCCR 2050).

Dokumen-dokumen tersebut telah diserahkan ke Sekretariat UNFCCC pada Juli 2022.

โ€œMinggu lalu kami menyerahkan Enhanced NDC Indonesia dengan meningkatkan target pengurangan emisi negara dari 29% menjadi 31,89% tanpa syarat, menggunakan sumber daya dan kemampuan sendiri, dan meningkat dari sebelumnya 41% menjadi 43,20% dengan dukungan internasional,โ€ kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya dalam sambutannya pada pembukaan sidang The Committee on Forestry (COFO)-26, di Roma, Italia.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini