Share

Freeport Bakal Bangun Industri di Papua Usai Smelter Gresik Rampung

Khairunnisa, Okezone · Kamis 06 Oktober 2022 14:46 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 06 320 2681881 freeport-bakal-bangun-industri-di-papua-usai-smelter-gresik-rampung-TuFqD4fegl.jpg Tambang Freeport Indonesia (Foto: Reuters)

JAKARTA – Freeport bakal membangun industri di Papua usai proyek smelter Gresik rampung. Chairman of the Board & CEO Freeport Mc-MoRan Richard C Adkerson memastikan, pihaknya akan membangun industri pengolahan di Papua setelah pembangunan smelter di Gresik, Jawa Timur, rampung pada 2024.

"Di masa mendatang, kami juga akan membidik pembangunan fasilitas pengolahan di Papua. Tapi saat ini pemerintah sudah memperingatkan kami untuk gerak cepat," katanya dilansir dari Antara, Kamis (6/10/2022).

Richard mengakui awalnya Freeport berjanji akan menyelesaikan pembangunan smelter pada 2023. Namun dengan adanya pandemi COVID-19 dan perubahan rantai suplai yang terjadi di dunia, mau tidak mau target tersebut harus molor.

"Kita sudah 40% komplit, kita akan rampung 2024. Di masa depan, akan ada peluang kami untuk membangun fasilitas industri, fasilitas kelistrikan untuk mendukung pengembangan industri di Papua. Kami berkomitmen untuk melakukan itu," imbuhnya.

Berdasarkan bahan paparan Richard, smelter baru Freeport di JIIPE Gresik, Jawa Timur, itu akan menjadi smelter single-line terbesar di dunia dengan kapasitas produksi pengolahan tembaga hingga 1,7 juta ton konsentrat per tahun.

Freeport juga akan menambah kapasitas smelter tembaga pertamanya yakni PT Smelting yang juga berada di Gresik dari produksi 1 juta ton menjadi 1,3 juta ton konsentrat per tahun. Selain itu juga akan ada fasilitas pemurnian logam mulia sebesar 6.000 ton per tahun.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Dengan investasi sebesar USD3 miliar, hingga akhir Juli 2022 tercatat progres pembangunan fisik telah mencapai 39,9% dengan total serapan biaya sekitar USD1,2 miliar. Ada pun pekerjaan concrete sudah hampir mencapai 10% dengan penyerapan 98% tenaga kerja Indonesia.

Freeport menargetkan kemajuan pembangunan fisik pada akhir 2022 mencapai 50% dengan serapan biaya sekitar USD1,5 miliar dolar AS.

Dalam kesempatan yang sama Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menekankan pentingnya hilirisasi bagi terbukanya lapangan pekerjaan di daerah, termasuk Papua. Namun syaratnya, harus ada kolaborasi dengan pengusaha dan UMKM di daerah tersebut.

"Hilirisasi yang menjadikan anak daerah menjadi tuan di negerinya sendiri," kata Bahlil.

Kendati demikian sebagai seorang putra Papua, Bahlil mengakui kesuksesan Freeport masih belum optimal melibatkan anak-anak Papua. Ia pun mengajak masyarakat Papua untuk bisa meningkatkan kualitas diri agar bisa lebih banyak terlibat dalam bisnis Freeport di Bumi Cenderawasih itu.

"Kita harus menjemput kualitas diri kita," katanya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini