Share

Kawasan Industri di Indonesia Siap Dukung Hilirisasi SDA

Clara Amelia, Okezone · Kamis 06 Oktober 2022 15:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 06 320 2681943 kawasan-industri-di-indonesia-siap-dukung-hilirisasi-sda-OSoy7nCuEK.jpg Kawasan industri siap dukung hilirisasi (Foto: Okezone)

JAKARTA – Kementerian Perindustrian memastikan kawasan industri di Indonesia siap mendukung hilirisasi Sumber Daya Alam (SDA). Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Kemenperin Eko SA Tjahjanto mengatakan kawasan industri bisa menopang hilirisasi SDA yang tengah digencarkan.

"Kami sangat siap, kami menunggu industrinya masuk, sehingga bisa terfasilitasi dengan baik. Kami menjaga di setiap daerah itu tersedia cukup kawasan peruntukan industri yang bisa menjadi lokasi kawasan industri," kata Eko dilansir dari Antara, Kamis (6/10/2022).

Eko menyampaikan kawasan industri di Indonesia telah mengacu pada potensi SDA yang ada di daerah tersebut. Dengan demikian, pemanfaatan kawasan industri dapat maksimal untuk perekonomian daerah maupun nasional.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) Tahun 2015-2035, kata dia, terdapat 22 Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri (WPPI) di Indonesia, termasuk WPPI di Provinsi Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah.

Merujuk data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) selama lima tahun terakhir, kontribusi sektor industri di Sulawesi Tenggara mengalami peningkatan sebesar 0,93%. Khusus di Kabupaten Konawe (Sulawesi Tenggara) terjadi peningkatan hingga 18,25%.

Sedangkan di Sulawesi Tengah, peningkatan kontribusi sektor industri mencapai 3,29%, dengan sumbangsih Kabupaten Morowali yang mengalami lonjakan sebesar 31,42%.

“Peningkatan kontribusi sektor industri dalam pertumbuhan ekonomi regional tersebut sangat jelas terlihat sejak beroperasinya kawasan industri,” ungkap Eko.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Di Kabupaten Konawe misalnya, sejak dimulainya pembangunan kawasan industri pada 2017 kontribusi sektor industri pengolahan meningkat hingga rata-rata 6% setiap tahunnya.

Sedangkan di Kabutapen Morowali, sejak dimulainya pembangunan kawasan industri pada 2015 langsung meningkatkan kontribusi sektor industri sebesar 27,65% pada 2016 dan meningkat hingga rata-rata 1,25% setiap tahunnya.

Penggerak utama WPPI di Sulawesi Tenggara disebut adalah Kawasan Industri Morowali dan Kawasan Industri Konawe, serta beberapa kawasan industri yang sedang dalam tahap perencanaan. Diketahui, Kawasan Industri Konawe dan Kawasan Industri Morowali merupakan Proyek Strategis Nasional berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2021.

Kawasan Industri Konawe yang dikelola oleh PT Virtue Dragon Nickle Industrial Park (PT VDNIP) terletak di Morosi, Konawe, Sulawesi Tenggara, dengan luas lahan 2.253 hektare dari target pengembangan 4.000 hektare. Adapun fokus pengembangan industri di Kawasan Industri Konawe adalah industri pengolahan nikel.

Sementara itu Kawasan Industri Morowali yang dikelola oleh PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) terletak di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah dengan luas lahan 3.000 hektare.

Fokus pengembangan di Kawasan Industri Morowali adalah industri smelter dengan target investasi Rp105 triliun dan saat ini sudah menyerap tenaga kerja sebanyak 40.000 orang dari target 50.000 tenaga kerja.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini