Share

UMKM Disebut Jadi 'Obat Mujarab' Topang Sektor Ekonomi Kreatif

Advenia Elisabeth, MNC Portal · Kamis 06 Oktober 2022 11:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 06 455 2681702 umkm-disebut-jadi-obat-mujarab-topang-sektor-ekonomi-kreatif-Qmqif8zsKV.JPG Menparekraf Sandiaga Uno. (Foto: Kemenparekraf).

JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peranan yang besar dalam menopang sektor ekonomi kreatif.

Apalagi saat ini kondisi ekonomi Indonesia tengah menghadapi tantangan.

Menparekraf mengatakan seluruh dunia termasuk Indonesia menghadapi tantangan ekonomi seperti terjadinya inflasi dan potensi resesi yang akan memicu pengurangan aktivitas usaha dan berujung pada sulitnya mendapatkan lapangan kerja.

 BACA JUGA:Peduli Linkungan & UMKM, BRI Peduli Bersihkan Tepi Kali Senjoyo untuk Masyarakat

Pemerintah telah menyiapkan beberapa program guna mengantisipasi inflasi dengan penguatan suplai dan memudahkan, melancarkan, menguatkan rantai distribusi secara transparan, terbuka, serta berkeadilan berbasis digitalisasi.

"Termasuk dengan memperkuat peran UMKM. UMKM ini adalah obat mujarab dalam menghadapi resesi di mana UMKM menciptakan 97 persen lapangan kerja. UMKM juga yang bisa secara cepat mencari potensi pasar ekspor di tengah perlambatan ekonomi dunia," ujarnya usai menghadiri acara peresmian Kampus UMKM Shopee Ekspor Bali, Rabu (5/10/2022).

Dia juga mengapresiasi hadirnya Kampus UMKM Shopee Ekspor Bali yang didirikan Shopee Indonesia dalam menyediakan fasilitas bagi para pelaku UMKM Bali dalam mengembangkan bisnis dengan memulai berjualan online.

Kampus UMKM Shopee Ekspor Bali akan memberikan pelatihan dan pendampingan serta fasilitasi bagi pelaku UMKM agar dapat berjualan online dan membangun bisnisnya dengan orientasi pasar ekspor.

"Strateginya adalah bagaimana kita mempercepat digitalisasi, kita bantu dengan pelatihan dan pendampingan, upskilling dan reskilling dan juga newskilling. Misalnya edukasi tentang mengambil foto produk, penggunaan barcode, packaging yang bagus, serta strategi pemasaran,” katanya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Skill-skil seperti ini akan mempercepat teman-teman ekonomi kreatif onboarding ke platform digital. Pemerintah melalui memiliki program #BanggaBuatanIndonesia menargetkan 30 juta pelaku UMKM onboarding ke platform digital. Per hari ini sudah 21 juta, jadi ada 9 juta tambahan yang kita perlukan agar ekonomi kreatif bisa bersiap-siap memitigasi potensi resesi tahun depan," tambahnya.

Melalui dukungan dari pihak-pihak seperti Shopee Indonesia dalam mendukung pengembangan UMKM naik kelas melalui digitalisasi akan memperkuat peran ekonomi kreatif dalam menopang perekonomian nasional.

Pemerintah menargetkan nilai ekspor ekonomi kreatif Indonesia pada tahun 2022 dapat mencapai angka USD25,14 miliar.

Direktur Eksekutif Shopee Indonesia Handhika Jahja mengatakan, Kampus UMKM Shopee Ekspor Bali merupakan kampus ke-10 yang dihadirkan Shopee Indonesia diharapkan dapat meningkatkan keterampilan digital para pelaku UMKM di Bali.

Di sini para pelaku UMKM bisa mendapatkan pendamping bisnis secara langsung baik dari Tim Customer Service hingga Trainer Shopee yang memberikan pengetahuan dan pelatihan berjualan online.

Selain itu, pelaku UMKM juga bisa mendapatkan fasilitas untuk mendukung penjualan, seperti foto/livestream studio serta memperluas koneksi dengan pelaku UMKM lainnya.

"Saat ini total ada 180 ribu pelaku UMKM yang bergabung dalam program ini dengan 10 negara pasar ekspor seperti Malaysia, Singapura, dan Filipina," kata Handhika Jahja.

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) juga menyampaikan apresiasi atas hadirnya Kampus UMKM Shopee Ekspor Bali yang akan meningkatkan kapasitas serta peluang pelaku ekonomi kreatif di Bali dalam memperluas potensi pasar.

Dia pun mengatakan pelaku ekonomi kreatif di Bali memiliki kreativitas yang tinggi.

Namun di sisi lain, dia mengakui jika para pelaku ekonomi kreatif Bali masih memiliki keterbatasan dalam memaksimalkan digitalisasi.

Pemerintah dikatakannya tidak akan bisa berjalan sendiri dan perlu kolaborasi dari pihak lain terutama sektor swasta.

"Kreativitas dan inovasi yang dimiliki perajin di Bali berada di atas rata-rata, tapi untuk memaksimalkan peran digital, pemasaran berbasis digital, kami sadari masih perlu keberanian yang lebih. Kehadiran kampus ini kita harapkan bisa menjadi wahana untuk meningkatkan hal-hal yang tidak kita kuasai seperti pemasaran berbasis digital," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini