Share

Krisis Properti China Jadi Ancaman Ekonomi Global?

Iqbal Dwi Purnama, Okezone · Kamis 06 Oktober 2022 10:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 06 470 2681657 krisis-properti-china-jadi-ancaman-ekonomi-global-0gDcjMXij8.jpg Krisis Properti China Jadi Ancaman Ekonomi Global? (Foto: Okezone)

JAKARTA - Krisis properti di China bisa menjadi ancaman ekonomi global? Saat ini industri properti di China mengalami krisis.

Banyak pengembang properti tidak bisa melanjutkan pembangunan yang diakibatkan oleh pembatasan pinjaman kepada lembaga keuangan.

Hal tersebut merupakan turunan dari kebijakan yang disebut tiga garis merah. Tujuannya untuk mengempeskan gelembung properti di China yang sudah terjadi selama beberapa dekade belakangan.

BACA JUGA: Intip Kinerja Saham Emiten Properti di Tengah Kenaikan Suku Bunga BI 

Kebijakan tersebut memiliki tujuan ganda, pertama mengurangi ketergantungan ekonomi yang berlebihan pada properti dan meredam spekulasi yang membuat harga rumah di luar jangkauan banyak orang di kelas menengah.

Managing Director Teneo, Perusahaan Analisis Risiko, Gabriel Wildau mengatakan, krisis properti yang terjadi di China merupakan ulah dari kebijakan pemerintah.

“Tekanan akut yang dialami pasar saat ini adalah akibat langsung dari pembatasan pinjaman yang sangat kejam kepada pengembang yang diberlakukan sekitar satu setengah tahun yang lalu.” kata Gabriel dikutip Al Jazeera, Kamis (6/10/2022).

Melalui kebijakan tiga garis merah, pengembang diharuskan untuk memenuhi penanda kesehatan keuangan yang ketat, termasuk batas 100% pada utang bersih terhadap ekuitas, untuk meminjam dari bank dan lembaga keuangan lainnya.

Banyak pengembang, ternyata, telah beroperasi jauh di luar tiga garis merah dan dibebani dengan utang yang sangat besar. Tiba-tiba tidak dapat meminjam di bawah aturan baru, maka muncul krisis krisis keuangan.

 

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sektor properti menjadi penyumbang hingga 30% dari PDB China. Maka kesengsaraan pasar properti menjadi ancaman pada pertumbuhan ekonomi global, setelah adanya konflik geopolitik, pandemi covid 19, dan krisis iklim yang sedang terjadi.

Kepala Ekonom Asia Pasifik Natixis Hong Kong Alicia García-Herrero menjelaskan, besarnya ekonomi China bahkan menjadi penyumbang seperlima dari PDB global. Artinya perekonomian China yang terhambat akibat sektor properti yang lesu akan berdampak serius pada pertumbuhan ekonomi global

“Dampak global sebagian besar disebabkan oleh pertumbuhan yang sangat rendah dari China, itu bukan dampak finansial yang besar,” kata García-Herrero.

Forum Ekonomi Dunia memperkirakan bahwa setiap penurunan 1 poin persentase dalam PDB China menghasilkan pengurangan 0,3% dalam PDB global.

Sedangkan pada sebuah studi tahun 2019 oleh Federal Reserve Amerika Serikat, para ekonom memperkirakan bahwa penurunan 8,5% dalam PDB China akan mengakibatkan penurunan 3,25% di negara maju dan hampir 6% penurunan di negara berkembang.

Ekonomi China mungkin memang tidak mengalami kemerosotan ekonomi secara tajam, namun jika kemerosotannya berlarut-larut, maka akan menyeret pertumbuhan ekonomi global di tahun-tahun mendatang.

"Kami hanya bisa melihat periode pertumbuhan yang lambat, sesuatu yang lebih seperti skenario Jepang, semacam perlambatan yang parah selama bertahun-tahun bahkan tidak ada kesulitan keuangan akut atau kepanikan di pasar," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini