Share

Ini Alasan Harga Rumah di Kemang Jaksel Mahal Padahal Sering Banjir

Shelma Rachmahyanti, MNC Media · Kamis 06 Oktober 2022 12:50 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 06 470 2681791 ini-alasan-harga-rumah-di-kemang-jaksel-mahal-padahal-sering-banjir-zSIXj9KbUV.JPG Ilustrasi rumah. (Freepik)

JAKARTA – Harga tanah di Kemang, Jakarta Selatan (Jaksel) dikenal mahal karena merupakan salah satu kawasan elite di Jakarta.

Oleh karena itu, tidak heran apabila harga tanah di kawasan Kemang cukup tinggi.

Kemang juga memiliki lokasi yang strategis.

Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini menuturkan, Kemang menjadi top of mind karena beberapa alasan.

 BACA JUGA:Atap Rumah Bocor saat Musim Hujan, Siapkan Dana Darurat!

Pertama, karena Kemang sudah lebih dekat ke arah kota.

“Kan samping-sampingannya itu gak jauh lagi sudah di Sudirman Central Business District (SCBD), masuk ke wilayah daerah pusat kota yang di sampingnya Tendean. Tendean itu kan daerah pusat kota. Sehingga memang harganya menjadi mahal karena dekat, karena sudah termasuk pusat kota,” ujarnya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Kamis (6/10/2022).

Kemudian, kawasan Kemang juga menjadi lokasi tempat tinggal sejumlah mantan pejuang dan kalangan kelas atas.

Di mana, orang-orang tersebut mempunyai rumah yang besar dan mewah.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

“Harga Kemang mahal yang kedua itu karena di situ banyak tinggal eks patriot. Di situ juga banyak tinggal kalangan kelas atas dengan rumah yang besar-besar, yang mewah-mewah, sehingga menjadikan Kemang itu top of mind-nya Jaksel. Hanya orang Jaksel di wilayah Jakarta Selatan sebagai salah satu area properti yang memang mahal karena dianggap elit ya,” tambah Mike.

Selain itu, di kawasan Kemang juga terdapat banyak kehidupan sosialita dengan berbagai pendukungnya atau fasilitasnya.

Adapun salah satunya, yakni banyak terdapat café.

“Juga di situ termasuk kehidupan sosialita. Walaupun night life-nya itu bukan seperti kayak di luar negeri. Karena di situ banyak cafe-cafe, resto-resto ya, yang tipikalnya memang untuk gaya hidup gitu,” pungkas Mike.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini