Share

BCA Hapus Layanan QRku Mulai 1 November 2022

Viola Triamanda, Okezone · Jum'at 07 Oktober 2022 08:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 07 320 2682350 bca-hapus-layanan-qrku-mulai-1-november-2022-p7ER5MOZkW.jpg BCA Hapus Layanan QRku Mulai 1 November 2022 (Foto: BCA)

JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) akan menghapus layanan transfer QRku di BCA mobile per 1 November 2022. Hal ini mendukung sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai standardisasi kode QR Nasional.

Meski layanan transfer QRku akan dihapus, BCA menyatakan melalui situs resmi bahwa nasabah tidak perlu khawatir karena aktivitas transfer tetap bisa dilakukan menggunakan fitur m-transfer di BCA mobile dengan cara menginput nomor rekening atau pilih dari Daftar Transfer.

"Ke depan, BCA akan terus berkomitmen untuk memberikan layanan perbankan terbaik bagi nasabah tercinta," tulis BCA yang dikutip oleh MPI, Jumat (7/10/2022).

BACA JUGA:3 Cara Memblokir Kartu ATM BCA 

Selain itu, untuk kenyamanan bertransaksi, BCA mobile masih memiliki layanan dan fitur seperti bayar belanja dengan QRIS, tarik dan setor tunai tanpa kartu melalui menu Cardless, dan Debit Online dan Lifestyle untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari serta gaya hidup.

Untuk informasi, QRIS adalah standardisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code menjadi lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya. Transaksi menggunakan QRIS dapat menghubungkan pembayaran dari berbagai akun perbankan dan dompet digital yang ada.

Sementara itu, Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) Retno Ponco Windarti mencatat transaksi melalui QRIS tumbuh hingga 163% pada 2021. Jumlah merchant yang menggunakan QRIS juga telah melebihi target, yakni 11,7 juta dengan pulau Jawa yang masih mendominasi pasar QRIS sebesar 68,26%. Nilai transaksi QRIS tercatat mencapai Rp2,3 triliun.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Selain QRIS, digital payment juga naik signifikan hingga 60,25% secara tahunan, sehingga nilai transaksi mencapai Rp3,4 triliun. Digitalisasi payment yang dimaksud terdiri atas mobile banking, internet banking, dan phone banking.

Menurut retno, tren digitalisasi di bidang keuangan, khususnya perbankan juga meningkat lantaran perkembangan teknologi dan pandemi. Selain itu, digitalisasi sektor keuangan formal juga memiliki andil dalam perkembangan tersebut.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini