Share

3 BUMN Karya Megap-Megap, Berikut 4 Fakta dan Kondisi Terkini

Khairunnisa, Okezone · Sabtu 08 Oktober 2022 05:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 07 320 2682692 3-bumn-karya-megap-megap-berikut-4-fakta-dan-kondisi-terkini-vrvu99VJ7O.JPG Waskita Karya. (Foto: Waskita)

JAKARTA - BUMN Sektor konstruksi dikabarkan masih menghadapi tantangan ke depannya.

Di mana tantangan ini seperti pinjaman atau utang yang tinggi hingga jumlah kontrak baru yang menurun.

Dua isu tersebut dikonfirmasi langsung oleh Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo atau Tiko.

Dia menyebut perkara pinjaman dan menurunnya kontrak baru menjadi sebab utama BUMN Karya masih akan menghadapi tantangan dalam jangka menengah.

 BACA JUGA:Penugasan BUMN Berpotensi Korupsi, Erick Thohir: Saya Tidak Menutup Mata

Dirangkum Okezone, Sabtu (8/10/2022), berikut fakta BUMN karya Megap-Megap:

1. Waskita Karya

Utang PT Waskita Karya Tbk hingga 202 diperkirakan mencapai Rp79,12 triliun. Adapun utang Waskita Karya hingga akhir 2021 mencapai Rp88,1 triliun. Dengan pokok pinjaman dan bunga utang itu, pada tahun ini emiten konstruksi pelat merah ini diperkirakan masih akan mencatatkan rugi sebesar Rp1,11 triliun.

2. Hutama Karya

PT Hutama Karya (Persero) mencatat rugi bersih senilai Rp671,34 miliar di semester I-2022. Capaian itu menyusut 45,67 persen dibandingkan periode sama tahun lalu senilai Rp1,23 triliun.

Hal itu terjadi akibat adanya pertumbuhan pendapatan usaha perusahaan konstruksi plat merah itu sebesar 1,90 persen menjadi Rp8,13 triliun dari paruh pertama tahun lalu senilai Rp7,98 triliun.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

3. Wijaya Karya

PT Wiajaya Karya Tbk (WIKA) mencatat penurunan pendapatan dan laba bersih selama kuartal I/2022. WIKA meraih pendapatan Rp3,16 triliun selama 3 bulan pertama 2022. Pendapatan itu turun 19,39% dari periode sama tahun sebelumnya Rp3,92 triliun.

Beban pokok pendapatan turun 23,27 persen menjadi Rp2,80 triliun pada kuartal I/2022 jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp3,65 triliun. Dengan melihat kondisi itu, laba bruto perseroan naik 33,4% menjadi Rp358,12 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp268,45 miliar.

4. Pemulihan Pasca Pandemi Covid-19

Wamen BUMN II Tiko menyebut kalau kondisi ini terjadi karena masih pemulihan pasca pandemi Covid-19.

"Memang yang masih tantangan jangka menengah adalah sektor karya atau konstruksi karena pasca Covid, ada dua isu, pertama dari sisi leverage utang mereka yang tinggi, yang kedua karena jumlah kontrak-kontrak baru menurun," katanya dikutip Selasa (4/10/2022).

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini