Share

PUPR Akui Kesulitan Tanggulangi Banjir, Ini Alasannya

Clara Amelia, Okezone · Sabtu 08 Oktober 2022 04:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 07 320 2682835 pupr-akui-kesulitan-tanggulangi-banjir-ini-alasannya-fPNFMrGgfU.JPG Ilustrasi banjir. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Kementerian PUPR mengakui kalau tengah kesulitan dalam menanggulangi banjir.

Direktur Bina Operasi dan Pemeliharaan PUPR Adenan Rasyid mengatakan bahwa letak kesulitan dalam menanggulangi banjir adalah mencari lahan untuk bangun infrastruktur pengendali banjir.

Misal, ada debit air yang bertambah tetapi kapasitas tampungan air ataupun drainase yang justru menyempit tentu sudah otomatis air akan meluap ke permukaan.

Sedangkan, jika mau ditambah maka membutuhkan lahan.

 BACA JUGA:Bangun Infrastruktur Penghasil Energi Terbarukan, Ini Strategi PUPR

"Bicara pembangunan infrastruktur tidak lepas dari pengadaan lahan, semakin padat permukimannya, tentu semakin besar permasalahannya, seperti di Jakarta, saluran drainase tidak menampung," kata Adenan dalam Market Review IDX Channel, Jumat (7/10/2022).

Terlebih saluran drainase ini banyak tertutup beton yang menyebabkan semakin sulit untuk melakukan pemeliharaan, kerja ada sumbatan di dalam maka air otomatis akan meluap.

"Ketika kita melakukan pemeliharaan banyak menemukan kendala yang ada di lapangan, seperti misalnya saluran yang seharusnya terbuka, kita bisa melakukan pemeliharaan, itu sekarang sudah tertutup oleh rantai beton," sambungnya.

Selain itu penyempitan lebar sungai ataupun drainase juga banyak terjadi akibat dampak pembangunan. Mau dilebarkan lagi pun harus mengorbankan bangunan yang ada, tapi itu bakal sulit.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Banyak saluran air kita akibat okupansi lahan ini menjadi menjadi menyempit, jadi akhirnya menjadi semacam bottleneck, sehingga ada debit air yang besar akan mengambil lahan di sisinya (meluap)," jelasnya.

Adapun, Adenan mengungkap bahwa faktor utama penyebab banjir adalah perubahan penutup lahan di hulu dan hilir.

"Faktor penyebab banjir yang pertama adanya perubahan tutupan lahan, baik itu di hulunya maupun di hilirnya, peralihan tata guna lahan itu implikasinya juga adanya sedimentasi yang masuk ke dalam sungai maupun tampungan air lainnya, sehingga mengurangi daya tampung," pungkasnya.

Baca selengkapnya: PUPR Ungkap Atasi Banjir Tidak Mudah, Cari Lahan Bangun Saluran Airnya Susah

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini