Share

Ungkap Momen Paling Bahagia dalam Hidup, Luhut: Waktu Saya Jadi Tentara

Ikhsan Permana, MNC Portal · Jum'at 07 Oktober 2022 18:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 07 320 2682846 ungkap-momen-paling-bahagia-dalam-hidup-luhut-waktu-saya-jadi-tentara-DaRV3kiXFV.png Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan bahwa waktu paling bahagia dalam hidupnya adalah saat ia menjadi seorang tentara.

Hal tersebut ia ungkapkan dalam acara peluncuran buku Luhut, Biografi Luhut Binsar Pandjaitan karya Noorca M. Massardi di The Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Jumat (7/10/2022).

"Kalau orang tanya saya, mana yang paling bahagia di dalam hidup kamu? Saya tetap jawab, waktu saya Tentara, waktu saya di Kopasus waktu saya di Gultor, itu yang paling saya nikmati," ujar Menko Luhut.

Ia mengaku senang sebab bisa menjadi bagian untuk mereorganisasi Kopassus, sebab menurutnya dulu Kopassus tidak memiliki spesialisasi.

"Saya panggil pak Sintong, Bang, kalau Kopassus harus ada spesialisasinya, karena saya belajar di tempat lain, karena pengalaman-pengalaman operasi kami," tandasnya.

"Jadi anda mau tanya apapun skrg yang previllege yang saya dapatkan di negeri ini, tetap yang paling saya nikmati waktu saya menjadi komandan detasemen 81 karena saya yang membentuk itu," ungkapnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Karir Luhut di dunia militer dimulai Tahun 1967. Luhut mengawali karirnya dengan masuk Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) bagian Darat dan 3 tahun kemudian meraih predikat sebagai Lulusan Terbaik pada tahun 1970, sehingga mendapatkan penghargaan Adhi Makayasa.

Karier militernya banyak dihabiskan di Kopassus TNI AD. Di kalangan militer dia dikenal sebagai Komandan pertama Detasemen 81. Berbagai medan tempur dan jabatan penting telah disandangnya mulai dari Komandan Grup 3 Kopassus, Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif), hingga Komandan Pendidikan dan Latihan (Kodiklat) TNI Angkatan Darat.

Ketika menjadi perwira menengah, pengalamannya berlatih di unit-unit pasukan khusus terbaik dunia memberinya bekal untuk mendirikan sekaligus menjadi komandan pertama detasemen 81 (sekarang Sat-81/Gultor) kesatuan baret merah Kopassus. Dia menjadi salah satu pasukan khusus penanggulangan terorisme terbaik di dunia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini