Share

Kesal Tagihan Listrik Membengkak, Warga Ini Pilih Pasang Panel Surya di Rumah

Agregasi VOA, Jurnalis · Selasa 11 Oktober 2022 08:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 11 320 2684573 kesal-tagihan-listrik-membengkak-warga-ini-pilih-pasang-panel-surya-di-rumah-kjPjdM0eUp.jpg Warga Pakistan Pilih Pasang Panel Surya Sendiri di Rumah. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Beberapa rumah tangga di Pakistan mencatat kenaikan tagihan listrik tiga kali lipat dalam dua tahun terakhir. Hal ini yang membuat banyak keluarga di sana memutuskan memasang panel surya untuk mengatasi tingginya biaya listrik.

Meski harus membayar biaya alat dan pemasangan yang tidak murah, mereka dapat mencapai titik impas hanya dalam dua hingga tiga tahun.

Seorang Warga Karachi, Kabir Hussain mengaku kesal dengan suplai listrik ke rumahnya. Kekurangan listrik yang kronis di kota itu, tak jarang membuat daerah tempatnya tinggal mengalami pemadaman listrik pada bulan-bulan musim panas. Ia juga mengeluhkan tagihan listrik yang melambung.

Baca Juga: Ini Tips Aman Pakai Listrik saat Banjir

“Beberapa tahun yang lalu, tagihan per bulan sekitar USD45-54. Tahun lalu naik menjadi USD68-81. Tahun ini, saya baru menerima tagihan bulan lalu sebesar USD135. Saya tidak tahu kapan akan berakhir, jadi saya harus memutuskan untuk menyingkirkan tagihan besar ini dan berinvestasi di panel surya,” jelasnya, dikutip dari VOA Indonesia, Selasa (11/10/2022).

Panel surya yang dipasang di atas rumahnya mampu menghasilkan lima kilowatt listrik, yang bisa digunakan secara bersama untuk menyalakan dua AC, satu mesin cuci, satu TV dan empat lampu dan kipas.

Baca Juga: Listrik Padam Gegara Banjir, PLN Kasih Kompensasi?

Dia sendiri menghabiskan USD5000 untuk semua itu. Hussain berharap, ia bisa kembali modal dalam empat tahun dan setelah itu selalu mendapatkan listrik gratis.

Sementara itu, Pendiri Perusahaan SESCO Energy Solutions, Arsalan Shabbir mengatakan investasi energi surya untuk penggunaan pribadi atau industri masih relatif murah di Pakistan, di mana rumah tangga dapat mencapai titik impas dengan cukup cepat.

"Dibanding pada 2018, pendapatan kami meningkat hingga di atas 200 persen. Dalam riset kami, meningkatnya minat orang ke energi surya dikarenakan titik impasnya bisa dicapai dalam waktu dua sampai tiga tahun,” jelasnya.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

Nabil Bari, seorang konsultan energi di Karachi, mengatakan Pakistan sangat bergantung pada tenaga panas untuk menghasilkan listrik.

"Saat ini, sebagian besar pembangkit kami dioperasikan dengan tenaga panas. Kami menghasilkan sekitar 60% listrik kami dari pembangkit listrik termal dan Anda dapat mengatakan hanya sekitar 15% atau kurang dari 15% yang dihasilkan dari sumber daya terbarukan,” terangnya

Pembangkit listrik termal membutuhkan bahan bakar fosil untuk dibakar yang kemudian diubah menjadi listrik. Dengan kenaikan harga bahan bakar global baru-baru ini, rumah tangga, swasta dan industri di Pakistan tentunya menghadapi tagihan listrik yang meroket.

Bari mengatakan bahwa Pakistan perlu mengalihkan fokusnya ke sumber energi terbarukan. Menurut laporan Bank Dunia yang diterbitkan pada Juni 2020, Pakistan memiliki potensi sumber daya surya yang sangat besar.

Dengan menggunakan kurang dari satu persen wilayah negara itu untuk pembangkit energi surya, Pakistan bisa memenuhi kebutuhan listriknya saat ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini