Share

Perjuangan Bisnis Kuliner Kupat Tahu Beromzet Rp10 Juta/Hari, Begini Kisahnya

Clara Amelia, Okezone · Sabtu 29 Oktober 2022 14:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 29 455 2696877 perjuangan-bisnis-kuliner-kupat-tahu-beromzet-rp10-juta-hari-begini-kisahnya-ocQa9gAwrW.JPG Kupat Tahu Gempol. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Kupat Tahu Gempol memiliki sejarah panjang sebagai kuliner legendaris Bandung.

Bahkan kuliner ini menjadi langganan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Menteri PAN-RB Abdullah Azwar Anas, dan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi. Bahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga pernah mencicipi Kupat Tahu Gempol.

Hal ini disampaikan oleh pemilik Kupat Tahu Gempol Kusmayadi.

 BACA JUGA:Mengenal Arini Subianto, Wanita Terkaya di Indonesia Penerus Bisnis Properti hingga Tambang

Kusmayadi menceritakan kisah awal mula merintis perusahaan keluarga ini dengan berbekal resep warisan leluhur dari Mangunreja, Tasikmalaya.

Di mana Hj. Hajar Hasanah sebagai orang atau generasi pertama yang menjual kupat tahu di depan Pasar Gempol pada tahun 1965.

“Kami datang dari Tasikmalaya ke Bandung tahun 1948, cuma kami mulai jualan kupat tahu itu tahun 1965. Uwa saya pertama kali jualan, namanya Ibu Hj. Hasanah. Terus berjalan, uwa saya berhenti, diteruskan sama bapak dan ibu saya dari tahun 1975 sampai sekarang,” ujarnya di Jakarta, Kamis (27/10/2022).

“Terus ibu saya sudah tua, saya teruskan (usahanya). Jadi itu namanya sudah perusahaan keluarga. Ini saya mungkin disebut generasi ketiga,” lanjutnya.

Kusmayadi juga mengatakan, Kupat Tahu Gempol itu sempat dijual secara mulut ke mulut dan bermodalkan meja dengan muatan 6 orang.

Namun ketika ponsel mulai dikenal, dia mendaftarkan dan mempromosikan tokonya lewat media sosial.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

“Pas tahun 2000, semenjak ada hp, kami pertama kali masuk ke google, Instagram, Twitter,” katanya.

Sementara itu, Kusmayadi juga mengungkapkan omzetnya yaitu lebih dari Rp10 juta dalam satu hari dengan pegawai 30 hingga 40 orang.

“Kalau (toko) pusatnya aja, harian itu bisa di atas Rp10 juta, kalau cabang antara Rp1 juta-Rp2 jt. Satu minggu (terjual) sekitar 1.200-1.500 porsi di pusat,” bebernya.

Selain itu, dia berpesan kepada kaum milenial yang ingin bangun usaha kuliner untuk jangan ragu dan terus mencoba.

“Kalau kita mau buka usaha itu harus kuat mental, jangan ragu untuk terus coba, jangan takut kita jualan sehari cuman laku 1 porsi misal begitu, satu minggu sudah tutup. Bangun brand dulu, kalau berniat mau jualan, jangan takut gak laku,” jelasnya.

Sebagai informasi, Kupat Tahu Gempol belum buka cabang di Jakarta untuk sementara ini.

Hal itu karena larangan gubernur yang mengatakan toko dan makanan ini sebagai wisata kuliner yang ada di Bandung.

Adapun toko Kupat Tahu Gempol di Bandung terbuka untuk pelanggan dari pukul 6.00 WIB - 11.00 WIB siang.

Tak hanya kupat tahu, toko ini juga sediakan menu Lontong Kari sebagai alternatif untuk pelanggan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini