Share

Simak Ya! Ini Pesan untuk Para Milenial yang Ingin Bisnis

Fayha Afanin Ramadhanti, Okezone · Minggu 30 Oktober 2022 22:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 30 455 2697439 simak-ya-ini-pesan-untuk-para-milenial-yang-ingin-bisnis-vMu3W3SUoo.jpeg Bisnis Bagi Para Milenial (Foto: Okezone)

JAKARTA – Bagi para milenial yang ingin berbisnis, baiknya banyak berkaca pada pengalaman orang-orang yang sudah lebih lama merintis usaha.

Salah satunya adalah Maya Furukan, usaha rumah makan Manado yang diberi nama Rumah Makan Tinoor ini sudah berdiri sejak 1950.

“Saya generasi ketiga. Oma saya dari tahun 1950, kalau mami dari 1969. Saya mulainya 2003. Dari Batam, baru saya datang ke Jakarta,” kata Maya saat ditemui Okezone di Jakarta, Kamis, 27 Oktober 2022.

Maya mengaku senang karena usaha rumah makannya diundang oleh pihak penyelenggara untuk turut serta memeriahkan acara ini. Pihak penyelenggara tidak pernah absen mengundang Rumah Makan Tinoor sejak 2017.

”Kami belum membuka cabang, baru di Manado saja. Kampoeng Legenda ini sudah kami ikuti dari 2017. Di 2017 itu, sebelum pandemi, omzet untuk kita memang luar biasa. Kalau bisa kita diundang setiap tahun oleh Jiiscomm dan management Mal Ciputra, kami berharap selalu itu,” ujarnya.

Menunya yang paling laris terjual ada babi woku, babi rica-rica, dan kue panada. Dalam satu mangkuk nasi campur tersebut terdapat nasi putih, satu lauk, sayur tumis kangkung dan daun bunga pepaya, dan bonus sup kacang merah, di Manado biasa disebut sup brenebon.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Hingga saat ini, usahanya baru ada di Manado. Fokus Maya sekarang adalah mempertahankan cita rasa pada bumbu yang nenek dan ibunya miliki.

”Ada satu bumbu yang sepertinya di Jakarta ngga ada, dan itu kami datangkan dari Manado, namanya daun bobou,” terangnya.

Bisnis keluarganya ini berawal dari tempat pemberhentian para supir truk untuk makan, karena Manado merupakan jalan lintas Sumatera. Jadi rumah makannya sering dilewati para kendaraan yang ingin keluar kota.

Walaupun berdampak pada waktu istirahat Maya yang berkurang, ia senang karena masakan Manado jadi digemari masyarakat.

Menurut keterangannya juga, rumah makannya berhasil mengatasi masalah ekonomi. Sebagai contoh saat pandemi lalu, ia bekerja sama dengan gereja dalam proses penjualannya.

Ia membuka pre-order secara online, lalu gereja membantu mereruskan kepada para jemaah.

”Jadi, kayaknya kalau kami sih ngga mengalami. Kalau dibilang menurun sih ada, tapi kalau untuk penjualan, ya ada saja gitu,” ungkap Maya.

Maya juga berpesan bagi para milenial yang ingin membuka usaha untuk belajar terlebih dahulu, bangun satu-satu. Karena jika tidak begitu, semua akan berantakan.

”Harus belajar memang ya, ngga cuma untuk ’wah, gua mau buka nih, wah, gua mau begini, pokoknya gua ada duit, gua mau buka.’ Kalau memang kita sudah punya skill yang seperti itu ya ngga masalah. Tapi kalau kita memang cuma mau franchise, kita pelajarin dulu supaya bisa menjalani. Matangkan dulu semua. Jadi jangan laper mata ’oh mau buka ini, buka ini,’ akhirnya semuanya berantakan. Settle dulu yang satunya, survive, baru kita bisa membuka yang lainnya.” ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini