Share

Rugi Centratama (CENT) Bengkak 302% Jadi Rp1,3 Triliun

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Senin 31 Oktober 2022 12:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 31 278 2697819 rugi-centratama-cent-bengkak-302-jadi-rp1-3-triliun-pFIvOrgNyq.jpeg Rugi CENT mengalami kenaikan (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Rugi PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk (CENT) membengkak hingga 302% di kuartal III 2022. CENT membukukan rugi senilai Rp1,355 triliun atau membengkak 302% dibanding periode sama tahun 2021 yang tercatat sebesar Rp337,44 miliar.

Akibatnya, defisit tambah membengkak 97,9% dibanding akhir tahun 2021 menjadi Rp2,053 triliun. Sementara pendapatan usaha tumbuh 35,7% menjadi Rp1,736 triliun yang ditopang peningkatan pendapatan sewa dari PT Indosat Tbk (ISAT) sebesar 78,9% menjadi Rp569,32 miliar.

Lalu pendapatan dari PT XL Axiata Tbk (EXCL) tumbuh 16,5% menjadi Rp450,21 miliar. Kemudian pendapatan sewa dari PT Hutchison 3 Indonesia yang meningkat 16,5% menjadi Rp331,09 miliar.

Walau beban membengkak 32,9% menjadi Rp900,08 miliar. Tapi laba kotor tetap naik 39,1% menjadi Rp836,27 miliar. Lalu beban lainnya melambung 511% menjadi Rp715, 93 miliar yang dipicu adanya rugi selisih niliar tukar rupiah terhadap mata uang asing senilai Rp564,8 miliar dan rugi penghapusan aset tetap sebesar Rp132,83 miliar.

Kian tertekan, beban keuangan membengkak 105% menjadi Rp1,144 triliun. Pemicunya, bunga pinjaman bank senilai Rp517,48 miliar. Lalu, biaya provisi senilai Rp314, 32 miliar dan bunga obligasi senilai Rp296 miliar. Dampaknya, rugi sebelum pajak final dan pajak penghasilan menyentuh Rp1,221 triliun, atau membengkak 447% dibanding akhir September 2021 yang tercatat sebesar Rp223,37 miliar.

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

Sebelumnya, perseroan melalui anak usahanya PT Centratama Menara Indonesia (CMI) mengakuisisi sebanyak 397 menara milik PT Anugerah Communication (PTAC) dengan total nilai mencapai Rp1,17 triliun. Disebutkan, obyek transaksi terdiri dari 396 unit menara milik PTAC dan satu unit menara yang disewa PTAC di Waropen, Papua. Mayoritas atau sebanyak 218 dari menara-menara itu tersebar di lahan milik PT Kelola Multi Berkat (KMB) dan sebagian lainnya dimiliki pihak ketiga. Dimana nilai rencana transaksi adalah sebanyak-banyaknya Rp1,17 triliun.

Perseroan mengungkapkan, nilai transaksi tersebut meliputi Rp1,15 triliun untuk memborong menara berdasarkan perjanjian pembelian aset bersyarat (Conditional Asset Purchase Agreement/CAPA) pada 17 Agustus 2022, sedangkan Rp19,7 miliar sisanya dipakai untuk menyewa lahan yang dikuasai KMB. Rencana pembelian obyek transaksi dan penyewaan lahan KMB dilaksanakan sebagai satu kesatuan transaksi yang tidak terpisahkan karena terdapat 218 obyek transaksi terletak di lahan KMB.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini