Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harita Dampingi Petani Perempuan Pulau Obi, Wujudkan Ketahanan Pangan

Yaomi Suhayatmi , Jurnalis-Selasa, 01 November 2022 |20:37 WIB
Harita Dampingi Petani Perempuan Pulau Obi, Wujudkan Ketahanan Pangan
Petani perempuan di Pulau Obi yang diberi pendampingan oleh Harita Nickel hingga mandiri. (Foto: dok. Harita Nickel)
A
A
A

Suplier Sayur dan Buah ke Perusahaan

Penyediaan sarana produksi, pelatihan dan pendampingan, hingga bantuan akses pasar oleh Harita Nickel tidaklah sia-sia. Sejak didampingi pada tahun 2020, kini para petani perempuan di Pulau Obi ini dapat merasakan manfaatnya. Bibit yang ditanam dan dirawat secara intensif berhasil menjadi produk bernilai jual dan dapat meningkatkan kesejahteraan anggota Poktan.

Produk yang telah dipanen Poktan Akelamo Jaya adalah aneka sayuran, seperti sawi, kangkung, kacang panjang, oyong, kubis, bayam, cabai, waluh, hingga terung. Ada juga tanaman buah, yaitu semangka dan blewah. Berbagai komoditas tersebut sangat diminati masyarakat. Tak ketinggalan ada pula pihak perusahaan yang menyerap hasil pertanian Poktan Akelamo Jaya.

Megah Surya Pertiwi (MSP), salah satu unit bisnis Harita Nickel di Site Obi misalnya, menjadi salah satu perusahaan mitra Poktan. Perusahaan memberi apresiasi terhadap komoditas sayur dan buah yang dipasok oleh kelompok tani Akelamo Jaya. “Sejauh ini produk yang dikirimkan cukup memuaskan dan sesuai dengan kebutuhan kami,” ujar Irfadly, Supervisor Purchasing MSP.

Irfadly menambahkan, Akelamo Jaya tergolong sebagai penyuplai kebutuhan perusahaan dengan nilai A atau sangat baik. Penilaian didasari oleh beberapa faktor, antara lain produk sesuai standar, kecocokan harga, dan ketepatan waktu dalam pengiriman.

“Sayur dan buah dari Poktan Akelamo Jaya bisa dibilang lebih segar daripada yang dikirim dari jauh. Jarak yang dekat dengan perusahaan juga membuat pengiriman menjadi tepat waktu,” ucap Irfadly.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement