Share

Mengulas Kekayaan Muhammad Sadad, Pemilik Erigo Store

Khairunnisa, Okezone · Jum'at 04 November 2022 20:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 04 455 2700948 mengulas-kekayaan-muhammad-sadad-pemilik-erigo-store-NsMwIFL02q.JPG Kekayaan pemilik Erigo. (Foto: Instagram)

JAKARTA - Kekayaan pemilik brand Erigo yang sukses bernama Muhammad Sadad akan diulas dalam artikel ini.

Muhammad Sadad lahir pada 15 Juni 1990 di Aceh.

Sejak SMA Muhammad Sadad ternyata sudah memiliki minat bisnis, namun pada saat dibangku kuliah baru bisa ia realisasikan bersama dengan rekannya.

Muhammad Sadad mulai coba memberanikan diri untuk membuka bisnis fashion berupa celana chino yang diberi nama merek Selected and Co.

 BACA JUGA:Erigo Trending, Puluhan Karyawan Diduga Dipecat dan Harus Ganti Rugi Rp30 Juta

Bahkan, dia bersama bisnisnya itu sudah ikut serta dalam berbagai event pameran.

Namun sangat disayangkan bisnis yang dirintis itu hanya bertahan selama enam bulan saja.

Setelah bisnis awalnya yang jatuh, akhirnya Muhammad Sadad memutuskan untuk melakukan Re-Branding terhadap merek bisnis yang dijalankan sebelumnya.

Berdasarkan catatan Okezone, Jumat (4/11/2022), Muhammad Sadad mengubah nama mereknya menjadi Erigo seluruh konsep bisnis fashionnya menjadi bernuasa batik dengan produk, seperti kemeja, celana dan jaket.

Walaupun telah melakukan Re-Branding dan inovasi yang sedemikian rupa, tak lantas membuat Erigo langsung dikenal oleh masyarakat.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Muhammad Sadad harus mengikuti dari satu pameran ke pameran lainnya untuk mengenalkan produk Erigo yang dimiliki.

Namun biaya operasinal yang harus dikeluarkan untuk mengikuti pameran ternyata jauh lebih besar dari pada omset penjualan yang ia terima setiap harinya.

Dalam berbisnis, mengalami kerugian adalah hal yang biasa.

Hal ini juga yang terjadi pada Muhammad Sadad. Diantaranya adalah sat ia melakukan pameran di Malaysia yang memakan biaya operasional hinga Rp25 juta.

Namun penjualanya hanya mencapai Rp5 juta. Akibatnya, Sadad mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Sejumlah pameran yang diadakan di berbagai kota di Indonesia juga sering mengalami kerugian karena faktor biaya operasional yang lebih tinggi.

Bangkit dari keterpurukan menjadi hal yang menantang bagi Sadad.

Berkat kegigihan dan semangat pantang menyerah, Sadad akhirnya berhasil meningkatkan penjualan hingga ribuan persen.

Bahkan, pada 2015 lalu, dia mampu mencapai omzet hingga Rp22 miliar.

Saat ini, karyawan Erigo telah mencapai 600 orang.

Adapun brand Erigo menjadi salah satu kebanggan anak muda Indonesia.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini