Share

Ibu Kota Nusantara Jadi Peluang Emas Bagi Pengembang

Feby Novalius, Okezone · Jum'at 04 November 2022 18:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 04 470 2701131 ibu-kota-nusantara-jadi-peluang-emas-bagi-pengembang-HlooCPB9jL.png Proyek Ibu Kota Nusantara. (Foto: Okezone.com/ikn.go.id)

JAKARTA - Pembangunan fisik ibu kota baru, Nusantara di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur dimulai. Targetnya, 2024 sudah mulai pemindahan untuk kantor pemerintah dan beberapa fungsi pelayanan telah dilakukan secara bertahap hingga nantinya seluruh kantor pemerintahan dipindah ke wilayah baru.

Diperkirakan ada 500 ribu Pegawai Negeri Sipil (PNS) kementerian dan lembaga yang dipindahkan ke kawasan Ibu Kota Negara (IKN) baru pada tahap awal pembangunan yakni periode 2022-2024. Hal tersebut seiring dengan pembangunan infrastruktur utama seperti istana kepresidenan, gedung DPR/MPR dan perumahan di tahap awal pembangunan IKN.

"Pembangunan dan beroperasinya infrastruktur dasar untuk 500 ribu penduduk tahap awal," tulis keterangan di situs resmi IKN, Jumat (4/11/2022).

Baca Juga: Proyek Ibu Kota Nusantara Banyak Dibangun Awal 2023

Kemudian pada tahap selanjutnya yakni periode 2025-2035, akan dilakukan pengembangan fase kota berikutnya seperti pusat inovasi dan ekonomi, dan menyelesaikan pemindahan pusat pemerintahan IKN.

Selain itu, pengembangan sektor-sektor ekonomi prioritas, penerapan sistem insentif untuk sektor-sektor ekonomi prioritas, serta pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan juga akan dilakukan pada periode tersebut.

Baca Juga: UEA Segera Bawa Uang Banyak untuk Proyek IKN

Berbagai survei maupun pendapat telah dikemukakan oleh banyak pihak baik yang pro maupun kontra terkait pemindahan ibu kota khususnya dari sisi potensi bisnis propertinya. Banyak dampak positif yang akan didapatkan khususnya di kota Balikpapan karena menjadi Gerbang Ibu Kota Negara.

Dalam acara IKN Properti Expo 2022, Kementerian PUPR mengatakan bahwa sektor properti merupakan sektor yang masih tumbuh secara positif di tengah masa pandemi Covid-19. Berdasarkan data BPS, Ekonomi Indonesia triwulan I-2022 tumbuh sebesar 5,01 persen (year-on-year).

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Di antara pertumbuhan tersebut, perumahan yang masuk ke dalam sektor real estate atau properti menjadi salah satu sektor yang tumbuh positif sebesar 3,78%.

Kepindahan Ibu Kota negara ini ditangkap sebagai peluang emas oleh PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK). Perusahaan ini berkecimpung di sektor properti berbasis di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

“Pindahnya IKN ini benar-benar menjadi momentum yang pas sekaligus kesempatan emas bagi kami pengembang, dalam memperbesar potensi bisnis properti di kawasan Balikpapan khususnya kawasan kami BSB” ujar Direktur Operasional Wulandari Bangun Laksana, Tjia Daniel Wirawan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini