Share

4 Sektor Ini Diprediksi Tetap Cuan di Tengah Ancaman Resesi 2023

Partnership BukuWarung, Okezone · Rabu 09 November 2022 15:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 09 455 2704110 4-sektor-ini-diprediksi-tetap-cuan-di-tengah-ancaman-resesi-2023-NYVK8lT9YN.JPG Industri ini disebut masih bisa bertahan meski resesi. (Foto: Buku Warung)

JAKARTA - Bank Indonesia telah memprediksi akan adanya resesi global yang juga akan berdampak pada Indonesia.

Hal ini tentu saja menjadi perhatian setiap orang, termasuk pemilik usaha.

Banyak di antara mereka yang pasti bertanya-tanya serta khawatir apakah usahanya dapat bertahan dalam menghadapi resesi di tahun depan.

Beberapa pakar menyebut bahwa apapun jenis usaha Anda, hal yang terpenting adalah menjaga usaha tetap berjalan walau dengan margin keuntungan yang tidak terlalu besar.

 BACA JUGA:Ancaman Resesi 2023, Sandiaga Ungkap Pentingnya Peran UMKM

Berikut adalah jenis-jenis usaha yang diprediksi dapat tetap bertahan selama resesi dirangkum Okezone, Rabu (9/11/2022).

1. Makanan dan Minuman

Sektor makanan dan minuman (FnB) terbukti dapat bertahan selama kondisi ekonomi bergejolak.

Contohnya saja saat krisis ekonomi global di tahun 1997 dan 1998 serta saat pandemi Covid-19 beberapa tahun kebelakang.

Makanan dan minuman merupakan sektor krusial penyedia kebutuhan pokok yang akan terus dicari oleh konsumen.

Bahkan, banyak dari pekerja yang terkena dampak PHK selama pandemi beralih berjualan makanan dan minuman.

Namun, para pemilik usaha FnB juga tetap harus waspada dan strategis. Ada baiknya pengusaha makanan dan minuman memperhatikan potensi lokal di wilayah sekitarnya.

Fokus terhadap menu-menu khas dengan bahan yang mudah didapat dan berpotensi tumbuh baik selama masa resesi.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

2. Teknologi dan telekomunikasi

Kemudian sektor lainnya yang kuat bertahan menghadapi resesi adalah sektor pendukung informasi, teknologi dan komunikasi seperti penyedia jasa komunikasi dan internet, data center dan cloud computing.

Hal ini berpengaruh juga terhadap penjualan pulsa dan kuota internet.

Sektor-sektor pendukung teknologi dan komunikasi akan terus dibutuhkan meski dunia menghadapi ketidakpastian ekonomi.

Hal ini karena digitalisasi semakin gencar dilakukan pasca pandemi Covid-19.

Semakin banyak perusahaan yang melakukan adaptasi ke sistem digital yang dapat juga menghemat pengeluaran perusahaan dalam jangka panjang.

3. Kesehatan dan perawatan

Ketika pandemi Covid-19, penjualan barang-barang kesehatan dan perawatan diri tetap tumbuh.

Hal ini membuktikan bahwa orang-orang semakin peduli dengan kesehatannya demi menghalau penyakit yang pengobatannya bisa lebih mahal lagi.

Oleh karena itu tindakan preventif seperti membeli vitamin dan suplemen semakin diperhatikan.

Selain itu, ketika daya beli masyarakat terhadap kebutuhan luxury seperti berwisata dan belanja barang elektronik terhambat, orang akan cenderung membeli barang tersier sebagai bentuk self-reward seperti barang-barang perawatan tubuh. Contohnya adalah skincare, make-up dan parfum.

4. Jasa pelatihan dan konsultasi keuangan

Masa di mana ekonomi sedang sulit mendorong orang-orang untuk semakin jeli dengan perencanaan keuangannya. Oleh karena itu, banyak di antara mereka yang menambah skill dengan mengikuti pelatihan baik online maupun offline agar dapat menambah pendapatan dari side gig atau pekerjaan sampingan.

Selain dengan menambah keterampilan, para pekerja juga semakin hati-hati dengan perencanaan keuangan mereka sehingga tidak jarang menggunakan jasa konsultasi keuangan.

Konsultan keuangan dapat membantu Anda merencanakan tabungan, investasi dan membantu Anda memilih produk asuransi yang cocok dengan kebutuhan Anda.

Berikut adalah jenis-jenis usaha yang dapat bertahan selama resesi. Perlu diingat bahwa dampak resesi dapat diantisipasi dengan perencanaan usaha dan keuangan pribadi yang matang.

Contohnya adalah dengan mempersiapkan tabungan yang cukup, melakukan penghematan sedini mungkin, menahan pembelian yang bukan prioritas dan tetap melihat peluang-peluang agar usaha tetap berkembang.

1
4

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini