Share

Melihat Bangunan Tua Bekas Pabrik Rokok dan Sabun Berusia Ratusan Tahun, Masih Berdiri Kokoh

Aryanto, Jurnalis · Sabtu 12 November 2022 09:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 12 470 2706014 melihat-bangunan-tua-bekas-pabrik-rokok-dan-sabun-berusia-ratusan-tahun-masih-berdiri-kokoh-XcR80kPMnu.jpg Bangunan tua bekas pabrik rokok dan sabun (Foto: Aryanto)

PEMALANG - Melihat bangunan tua bekas pabrik rokok dan sabun yang berusia ratusan tahun ini masih berdiri kokoh. Rumah tua ini dibangun sekitar tahun 1890-an.

"Semua bangunan masih asli termasuk beberapa perabotan seperti almari, meja kursi, Lampu gantung, serta beberapa perabotan alat makan masih asli," tutur cucu almarhum Haji Iskak, yaitu Nurdin Iskak (58) pada tim MNC Portal.

Rumah kediamannya yang sekarang adalah rumah waris dari kakeknya Haji Iskak, di jalan Beringin, Kelurahan Pelutan, Pemalang. Almarhum Haji Iskak adalah seorang pengusaha pribumi yang pernah berjaya pada masanya dengan memiliki perusahaan rokok dan pabrik sabun di Kelurahan Pelutan, Pemalang.

bangunan bekas pabrik rokok

Dahulu, Kabupaten Pemalang merupakan jalur transportasi strategis perdagangan, hal ini bisa di buktikan dengan adanya beberapa pabrik gula di Pemalang, seperti pabrik gula di Banjardawa, Comal, Petarukan dan Sumberharjo. Beberapa tokoh masyarakat kota Pemalang juga terkenal banyak yang menggeluti dunia usaha dan perniagaan, termasuk Haji Iskak.

"Dulu sekitar tahun 1957 rumah ini, dijadikan sebagai produsen rokok dan sabun merk Salam, yang hasil produksinya dipasarkan ke kota-kota sekitar, seperti Kendal, Batang, Pekalongan, Tegal , Brebes dan Cirebon," jelasnya lanjut.

Masih menurutnya, bangunan yang bergaya semi Eropa tersebut merupakan rumah almarhum Ibunya.

"Yang mana ibu kami adalah putri dari Haji Iskak," imbuhnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Menurutnya, pernah ada beberapa kolektor rumah kuno, mengunjungi kediamannya dan tertarik dengan keunikan dan kekokohan bangunan rumahnya, akan tetapi dirinya tidak berniat untuk menjualnya.

"Biar menjadi saksi perjalanan hidup keluarga kami mas, sampai anak cucu bahkan kebawah keturunannya," ungkap Nurdin Iskak yang kini telah berusia 58 tahun itu.

Uniknya, bangunan dengan luas ribuan meter persegi itu dibangun tidak menggunakan semen, akan tetapi dengan serbuk dari pecahan batu bata merah yang dicampur dengan gamping (batu kapur) dengan kuda-kuda dan palang balok serta usuk semuanya pada bagian atas bangunan rumah menggunakan kayu jati, kusen jendela dan pintu utama semuanya asli kayu jati yang berusia ratusan tahun lamanya.

"Semuanya masih asli mas, sengaja saya mengecat dinding rumah dengan warna putih sesuai ketika pertama kali rumah ini dibangun, dan cat pada jendela dan pintu pun warna asli coklat dipadu warna kuning," pungkas Nurdin Iskak.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini