Share

Waskita Karya Kantongi Kontrak Proyek IKN Rp5 Triliun

Suparjo Ramalan, MNC Portal · Senin 14 November 2022 14:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 14 470 2707145 waskita-karya-kantongi-kontrak-proyek-ikn-rp5-triliun-FutNvBHCYs.png IKN Nusantara. (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) menyebut telah mengantongi kontrak proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) senilai Rp5 triliun.

Direktur of Bussiness Developme WSKT Septiawan Andri Purwanto pun merincikan hal tersebut.

"Kesempatan atas kontrak baru terutama di IKN Nusantara, saat ini bisa kami sampaikan, projek yang kita dapat kurang lebih sudah hampir Rp5 triliun," kata Andri dalam konferensi pers Public Expose WSKT, Senin (14/11/2022).

 BACA JUGA:Bertemu Dubes Amerika saat KTT G20 Bali, Anies: Indonesia Partner Strategis AS dan Sebaliknya

Menurutnya, proyek pembangunan ibu kota baru ini kan menciptakan nilai kontrak baru perseroan pada tahu-tahun mendatang.

Mengingat hingga tahun 2024, setidaknya pembangunan infrastruktur dasar ditargetkan pemerintah telah rampung.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Di samping itu melalui pembangunan infrastruktur dasar di IKN yang saat ini didanai oleh pemerintah, berhasil membuat investor tertarik untuk melakukan investasi.

"Menurut kami (IKN) ini akan menjadi nilai kontrak baru di tahun depan, karena investor asing juga sudah yakin, dilihat dari pemerintah yang menggelontorkan dana untuk infrastruktur dasar di IKN," lanjutnya.

Mengutip laman LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik) Kemeterian PUPR, WSKT setidaknya memenangkan beberapa proyek di IKN seperti Jalan tol IKN Segmen SP.

Tempadung - Jembatan Pulau Balang dengan nilai kontrak Rp2,2 triliun.

Selanjutnya Waskita juga memenangi tender proyek Gedung Sekretariat Presiden dan Bangunan Pendukung Kawasan Istana Kepresidenan (KIP) di Ibu Kota Nusantara (IKN) senilai Rp1,35 triliun, dan beberapa proyek lainnya.

"IKN ini APBN hanya mampu menyediakan 20% dari dana yang dibutuhkan dari pengembangan ibu kota negara baru, 80% sisanya diharapkan bisa disupport dari swasta atau BUMN," lanjutnya.

"Potensi market inilah yang saat ini sudah mulai kita jajaki, beberapa kesempatan, kami bertemu dengan calon investor yang sangat berminat untuk mengembangkan Investasi di iknn dengan skema KPBU," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini